JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Sudirman Said Lihat Ada yang Tak Beres dalam Rantai Perdagangan Bawang Merah di Banjarnegara

Tribunnews

BANJARNEGARA – Calon Gubernur Jateng Sudirman Said mengunjungi Pasar Induk Banjarnegara dan menyapa para pedagang. Dirman sempat menanyakan harga kebutuhan pokok kepada pedagang di pasar untuk membandingkannya dengan daerah lain.

Sudirman Said/Tribunnews

Saat itulah, Sudirman Said dibuat tercengang saat mendengar harga bawang merah di pasar tersebut yang diutarakan beberapa pedagang kebutuhan pokok. Harga bawang merah di pasar itu mencapai Rp 24 ribu perkilogram. Manurut Dirman, harga ini jauh lebih tinggi dibandingkan harga bawang merah di Kabupaten Brebes yang masih di kisaran Rp 7.000.

Ketimpangan harga beda daerah itu menunjukkan ada yang tidak beres dalam mata rantai perdagangan komoditas tersebut.

“Rantai distribusi perlu diperpendek agar harga dari petani ke konsumen tidak terpaut jauh. Jangan sampai spekulan mendominasi dalam penentuan harga,”katanya, Jumat (9/3/2018).

Baca Juga :  Edukasi Disiplin Protokol kesehatan Sasar Sopir Angkot Kota Semarang

Sudirman yang sempat berdiskusi dengan petani kentang di Dieng Wonosobo juga menerima keluhan soal ketidakpastian harga di tingkat petani saat panen tiba. Ketidakstabilan harga hasil bumi itu acapkali merugikan petani. Jika terpilih nanti, Dirman berjanji akan berupaya menstabilkan harga di pasar, serta memberikan kepastian harga di tingkat petani.

Ia akan mengerjasamakan BUMD Jateng dengan BUMD kota besar semisal DKI Jakarta yang membutuhkan pasokan hasil bumi dari daerah.

“Dengan kerjasama itu, akan ada kepastian harga di tingkat petani dan kestabilan harga di pasar,”katanya.

Upaya itu bagian dari implementasi 22 program kerja yang digagas pihaknya. Dalam program kerja itu, pihaknya menarget bisa menurunkan angka kemiskinan di Jateng 12,23 persen di tahun 2017 menjadi 6 persen di tahun 2023, serta membuka 5 juta lapangan kerja baru selama periode tersebut.

Baca Juga :  Torakur, Cemilan Khas Bandungan yang Wajib Dicoba

Sudirman juga menegaskan komitmennya untuk menghapus program Kartu Tani yang selama ini banyak dikeluhkan masyarakat. Sebagian petani di berbagai daerah keberatan dengan program itu karena harus mengisi saldo terlebih dahulu ke Bank untuk mendapatkan kartu itu.

“Tidak semua petani punya uang, kok kalau mau dapat kartu harus menabung dulu. Boro boro menabung, untuk menanam saja mereka harus hutang,” katanya.  

www.tribunnews.com