JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Taksi Online Bakal Dibolehkan Beroperasi di Bandara Adi Soemarmo. Berikut Ini Syaratnya

Komandan Lanud Adi Soemarmo, Kol PnB Indan Gilang (tengah) saat berpose dengan para wartawan di Aula Lanud Adi Soemarmo. Foto: dok Lanud Adi Soemarmo
Komandan Lanud Adi Soemarmo, Kol PnB Indan Gilang (tengah) saat berpose dengan para wartawan di Aula Lanud Adi Soemarmo. Foto: dok Lanud Adi Soemarmo

SOLO-Komandan Lapangan Udara (Danlanud) Adi Soemarmo, Kolonel PnB Indan Gilang Buldansyah akan membuka akses taksi online untuk melayani penumpang pesawat terbang. Hal itu diungkapkannya menyikapi konflik yang selama ini terjadi antara taksi konvensional dengan taksi online.

Selain karena seringnya konflik yang muncul antara taksi konvensional dan taksi online tersebut, rencana tersebut dilontarkan berdasarkan tuntutan masyarakat atas kemudahan transportasi di bandara. Perlu ditekankan juga bahwa rencana yang sama sudah diterapkan di Bandara Halim Perdana Kusuma dan Bandara Husein Sastra Negara.

“Sampai saat ini wacana tersebut masih dibahas. Istilahnya masih pada tahap embrio. Namun mudah-mudahan bisa diwujudkan dalam waktu yang tidak terlalu lama. Harapannya kurang dari sebulan kita sudah bisa mengimplementasikan terkait dengan membuka kesempatan bagi (taksi) online untuk bisa melayani para penumpang di bandara,” ungkapnya, saat bersilaturahmi dengan kalangan wartawan, Senin (19/03/2018).

Baca Juga :  Nekat Demo di Tengah Pandemi, Saat Diminta Membubarkan Diri Oleh Polisi Puluhan Mahasiswa di Solo Malah Niat Melawan, Ada yang Bawa Cutter dan Palu

Soal diperbolehkannya taksi online beroperasi di bandara, lanjut Indan Gilang, masih akan dibahas lebih detail lagi. Terutama teknis operasionalnya. “Yang penting semua bisa berjalan dengan baik. Bagaimana pun taksi yang sudah beroperasi saat ini juga menjadi sumber mata pencaharian anggotanya. Nanti akan kita komunikasikan dengan semua yang terkait,” ujarnya.

Bisa jadi, tambahnya, tidak semua taksi online dibebaskan begitu saja tanpa pengaturan. “Dibutuhkan pembahasan mendetail soal kebijakan membuka akses transportasi bandara bagi taksi online karena ada perhitungan rasio antara penumpang dan fasilitas transportasi yang diperlukan,” tegas Kol PnB Gilang.

Baca Juga :  Terkait Kasus Penyerangan Anggota PSHT di Mojosongo, Polisi Bentuk Tim Khusus

Berdasarkan survei Kemenhub, lanjutnya, di hari-hari tertentu jumlah taksi bandara yang saat ini jumlahnya 100 armada kurang untuk melayani penumpang pesawat, khususnya di akhir pekan.

“Namun saat-saat weekday kita oversupply. Sehingga kita juga harus memikirkan itu. Kemungkinan penambahan tidak serta merta tiap hari, formulasinya masih kita susun. Kami berharap rencana ini dapat membuat masyarakat terutama penumpang pesawat lebih nyaman dan aman,” tukasnya. Triawati Prihatsari Purwanto