JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Warga Sambirejo Digegerkan Temuan Mayat di Tengah Sawah. Sempat Dikira Orang Tertidur, Ternyata..

Ilustrasi olah TKP mayat di sawah. Dok/JSnews
Ilustrasi olah TKP mayat di sawah. Dok/JSnews

SRAGEN- Warga Dukuh Karang RT 21, Jetis, Sambirejo digegerkan dengan penemuan jasad di sawah dukuh setempat. Jasad yang kemudian dikenali bernama Sutarno (35) asal Dukuh Sambilenguk RT 6, Jetis, Sambirejo iu ditemukan sudah tidak bernyawa di tengah sawah milik orangtuanya, Darto Wiyono.

Korban diketahui sekitar pukul 07.00 WIB. Penemuan mayat itu kali pertama ditemukan oleh Nano (40)dan Marindi (50), buruh tani yang bekerja di sawah milik orangtua korban. Dari keterangan keduanya, pagi itu mereka tengah memborong kerjaan di sawah tersebut.

Baca Juga :  Bona Sinaga, Amran Sinaga dan Suherno Siburian Digerebek Saat Asyik Main di Masaran Sragen. Polisi Amankan Satu Tikar dan Uang Rp 700.000

Korban semula juga ikut menemani di sawah. Sekira pukul 07.00 WIB, keduanya curiga melihat korban tengkurap di tengah sawah. Mereka lantas mendekati dan mengira tidur. Saat dibangunkan, keduanya kaget mendapati korban ternyata sudah tak bernafas.

Melihat hal itu, mereka langsung melapor ke kerabat dan warga. Dalam sekejap, lokasi sawah mendadak dipenuhi warga yang penasaran. Tak lama berselang, tim Polsek setempat dan tim Polres langsung tiba di lokasi untuk melakukan olah TKP dan mengevakuasi jasad korban.

Baca Juga :  Mohon Perhatian, Warga Sragen yang Ada di Jakarta Sementara Jangan Pulang Dulu. Bupati dan Gubernur Ganjar Minta Warga Dukung Pelaksanaan PSBB!

Kapolres Sragen, AKBP Arif BUdiman melalui Kapolsek Sambirejo, AKP Sudira membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya dari hasil olah TKP dan identifikasi jasad korban, tidak ditemukan tanda kekerasan maupun penganiayaan.

“Dugaannya korban meninggal mendadak akibat penyakit epilepsinya kambuh. Dari keterangan kerabat, korban memang memiliki riwayat penyakit epilepsi,” paparnya Jumat (16/3/2018).

Karena pihak kerabat sudah menerima sebagai musibah, jasad korban langsung diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan. Wardoyo