JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Waspada Penembak di Atas Kuda, Kapolres Wonogiri Sebut Penerimaan Anggota Polri Bersih, Transparan, Akuntabel

Kapolres Wonogiri, AKBP Robertho Pardede.JSNews/Aris Arianto
Kapolres Wonogiri, AKBP Robertho Pardede.JSNews/Aris Arianto

WONOGIRI-Kapolres Wonogiri AKBP Robertho meminta masyarakat mewaspadai oknum yang mengambil keuntungan dari proses penerimaan anggota Polri. Kapolres menyebutnya sebagai penembak di atas kuda.

“Kami imbau masyarakat tidak percaya kepada pihak atau oknum yang mengaku bisa meluluskan penerimaan anggota Polri, dengan membayar sejumlah uang,” tegas Kapolres, Jumat (16/3/2018).

Kapolres mengatakan pelaku seperti ini dikatakannya sebagai penembak di atas kuda. Orang itu, lanjutnya, merasa bisa meluluskan peserta yang tengah proses penerimaan anggota Polri. Pelaku melancarkan aksinya dengan meminta sejumlah uang ketika peserta lulus tes.

Baca Juga :  Balap Lari di Wonogiri Ternyata Tanpa Hadiah Maupun Taruhan, Diselenggarakan Ketika Lalu lintas Sepi dan Hanya Mengejar Sehat

“Jadi perilaku seperi itu hanya mencari keuntungan dengan menunggu. Padahal, peserta itu juga tetap lulus tanpa bantuan dari pelaku tersebut. Kalau ada indikasi perilaku seperti itu, laporkan saja,” tandas Kapolres.

Pihaknya, dalam penerimaan anggota Polri, memegang prinsip bersih, transparan, akuntabel, dan humanis. Hal tersebut yang terus digelorakan. Terlebih pihaknya tengah menyosialisasikan penerimaan anggota Polri kepada masyarakat.

“Kami akan sosialisasi, termasuk saat CFD (car free day) nanti. Akan kami undang pula anggota Polri yang berasal dari, maaf, keluarga kurang mampu untuk memberikan testimoni. Bahwa menjadi anggota Polri itu tanpa biaya,” ujar Kapolres.

Baca Juga :  Ada Balap Lari di Wonogiri, Bupati Joko Sutopo Alias Jekek Tekankan yang Penting Patuh Protokol Kesehatan

Lebih lanjut, Kapolres menyebutkan, ada nilai plus bagi peserta yang hafal Alquran. Fakta ini menjadi sesuatu yang menarik, termasuk bagi kalangan santri. Menindaklanjuti hal itu, pihaknya sudah memberitahukannya ke kalangan pondok pesantren di Wonogiri. Aris Arianto