loading...
Loading...
Panen raya padi di Desa Gemantar, Kecamatan Selogiri, Selasa (27/3/2018).JSNews/Aris Arianto

WONOGIRI-Lagi-lagi kabar menggembirakan datang dari sektor pertanian Kota Mete Wonogiri. Ternyata Wonogiri surplus beras hingga 163.139 ton.

Selain itu, berdasarkan data dari demplot, terdapat untung besar dalam budidaya tanaman padi. Dalam satu hektare demplot didapat keuntungan sekitar Rp 26 juta.

“Tahun 2017 lalu Wonogiri surplus beras 163.139 ton. Angka ini meningkat daripada tahun sebelumnya,” ungkap Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Wonogiri, Safuan saat panen rata padi di Desa Gemantar, Kecamatan Selogiri, Selasa (27/3/2018).

Baca Juga :  Tak Kenal Hari Libur, Anggota Koramil Percepat Pembangunan RTLH di Karangturi Wonogiri

Sementara dalam demplot yang digarap bersama PT. Petrokimia Gresik di Desa Gemantar, saat pengubinan didapat hasil 10,2 ton per hektare. Untuk satu hektare, biaya yang dikeluarkan mencapai Rp 20 juta.

Dengan perhitungan seperti itu, ketika harga gabah saat ini Rp4.600, didapat angka penjualan total Rp 46 juta per hektare.

“Jadi keuntungan bersih sekitar Rp 26 juta. Untuk itu kami berharap demplot bisa dikembangkan,” jelas dia.

Agus adriyansyah, Perwakilan PT. Petrokimia Gresik menerangkan, demplot juga ada di sejumlah daerah di eks Karesidenan Surakarta. Aris Arianto

Loading...