loading...
Loading...
Kondisi pendekar PSHT asal Tanon korban pengeroyokan sadis seniornya saat dirawat intensif di Puskesmas Tanon, Senin (2/4/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Aksi kekerasan yang melibatkan pendekar perguruan silat kembali terjadi di Sragen. Kali ini, seorang anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) asal Dukuh Bonagung RT 28/ 14, Bonagung, Tanon, Muhammad Mahfud Khoirul (18) menjadi ajang pengeroyokan dan dihajar habis-habisan oleh empat seniornya yang diketahui berasal dari PSHT Ranting Gemolong.

Keempat pelaku yang diketahui masing-masing bernama Alan, Totok, Kholis dan Riko itu menghajar adik tingkatnya itu tanpa ampun. Bak aksi smackdown, mereka menyeret korban seusai latihan dan mengeroyoknya beramai-ramai di gang sebelah utara SMK Muhammadiyah 6 Gemolong, Dukuh Sidomulyo, Ngembatpadas, Gemolong.

Baca Juga :  Rawan Untuk Kampanye Calon Kades Petahana, DPRD Sragen Desak Pemkab Setop Pencairan Bankeu dan ADD ke Desa!

Insiden itu terungkap ketika korban ditemukan tergeletak tak sadarkan diri oleh beberapa temannya sekitar lokasi kejadian pada Sabtu (31/3/2018) sekira pukul 23.30 WIB. Berdasarkan data di Mapolsek Gemolong, kejadian itu dilaporkan Minggu (1/4/2018) siang oleh kakak korban.

Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman melalui Kapolsek Gemolong AKP SUpadi mengungkapkan dari keterangan korban, aksi pengeroyokan sadis itu terjadi pada Sabtu (31/3/2018) malam pukul 21.30 WIB.

“Dari keterangan kaka korban, Sabtu pukul 18.30 WIB, korban pamit hendak latihan ke Ranting Gemolong. Korban mengendarai sepeda motor Honda Beat warna merah putih. Kakak korban curiga setelah korban diantar pulang sekitar pukul 23.30 WIB dalam kondisi kesakitan dan penuh luka. Setelah itu korban tak sadarkan diri sehingga sekitar pukul 00.30 WIB dilarikan ke Puskesmas Tanon I,” paparnya kepada Joglosemarnews.com Senin (2/4/2018).

Baca Juga :  Kekeringan Sragen Mulai Memuncak. Gelontoran Droping Sudah Lebih 200 Tangki, Tiap Hari 4 Mobil PDAM Dikerahkan Wira-wiri Kirim Air 

Menurut AKP Supadi, keempat senior itu menghajar korban dengan cara menendang, memukul bergantian. Bahkan ia menggambarkan dari pengakuan para pelaku, aksi pengeroyokan keempatnya mirip ajang smackdown.

Ketika korban yang dianggap melakukan kesalahan sudah meminta maaf dengan bersujud di depan pelaku, para pelaku justru mendengkul punggung korban dan kemudian menghajarnya sampai terkapar.

Baca Juga :  Jumat Peduli di Polres Jepara, Sejumlah Personel  Rela Bagikan Nasi Bungkus ke Tukang Becak dan Dhuafa 

Berdasarkan hasil visum petugas medis di Puskesmas Tanon, korban mengalami luka bibir pecah ,kepala bagian belakang benjol ,bagian bawah mata kiri lebam, jari tangan kiri terdapat luka robek, dan badan nyeri semua.

“Korban masih dirawat di Puskesmas Tanon I, Tanon,” paparnya.

Terpisah, Ketua PSHT Cabang Sragen, Jumbadi tidak menampik insiden pengeroyokan senior ke junior di Gemolong itu. Namun ia buru-buru menyergah bahwa kasus itu sudah diselesaikan secara damai.

“Sudah diselesaikan secara kekeluargaan dan damai Mas,” katanya. Wardoyo

Iklan
Loading...