JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Berawal dari Jualan Jersey Online, PNS Muda di Sragen Sukses Jadi Jutawan. Punya Pabrik Konveksi Omset Rp 500 Juta/bulan, Produknya Tembus Sampai Jepang

PNS Sragen pemilik pabrik Konveksi Pradana Sport, Okho Eko Wibowo (tengah depan) didampingi sang istri dan karyawannya, Minggu (1/4/2018). Foto/Wardoyo
PNS Sragen pemilik pabrik Konveksi Pradana Sport, Okho Eko Wibowo (tengah depan) didampingi sang istri dan karyawannya, Minggu (1/4/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Tak ada kesuksesan yang datang tanpa kerja keras dan ketekunan. Begitulah ungkapan yang klop menggambarkan perjalanan, Okho Eko Wibowo, S.STP, pemilik Pabrik Konveksi “Pradana Sport” Sragen.

Menyandang profesi sebagai PNS dengan usia relatif masih muda, tak menghalangi kreativitas dan jiwa bisnisnya untuk mencari penghasilan tambahan. Berkat ketekunan dan semangat kerasnya, PNS berusia 36 tahun itu, kini sukses menjadi salah satu pebisnis konveksi sukses di Sragen.

Sebuah pabrik konveksi bernama “Pradana Sport” di Perumahan Griya Candi Asri 2, Gang III, No C.10 di Plumbungan, Karangmalang, Sragen adalah buah nyata dari jerih payahnya selama bertahun-tahun merintis usaha di jalur konveksi sejak 2006 silam. Hebatnya, pabrik yang kini mempekerjakan 17 karyawan itu, dirintis hanya dari usaha sampingannya berjualan kaos olahraga (jersey) via online.

“Awalnya tahun 2006 ketika bisnis online baru awal-awal muncul, saya iseng-iseng mencoba usaha sampingan melayani pesanan kaos jersey lewat online. Dulu belum tentu seminggu sekali ada pesanan, makanya dapat pesanan satu kaos saja sudah senang dan langsung saya carikan ke Solo. Kadang juga ada yang pesan sepatu online, saya carikan juga,” paparnya Minggu (1/4/2018).

Seiring dengan berjalannya waktu, jumlah pelanggan yang memesan lewat jasa onlinenya pun mulai bertambah dan merambah hingga luar Jawa. Karena jumlah pelanggan dan pesanan juga semakin banyak, sekitar 2010 ia akhirnya memutuskan untuk merintis usaha konveksi di rumahnya.

Baca Juga :  Membangun Bisnis di Era New Normal dengan Pinjaman Online

Cari Pinjaman Bank

Karena tak punya modal, dengan restu sang istri, Eka Rokayati, SE yang juga berprofesi PNS di Sragen, pria pehobi bulutangkis itu kemudian memberanikan mencari pinjaman ke bank sebesar Rp 350 juta. Pinjaman itu direalisasikan dalam bentuk mesin jahit, mesin cetak (printing) dan peralatan lainnya.

Karyawan desain mengerjakan tugasnya mendesain logo dan memotong pola. Foto/Wardoyo

Bersamaan dengan itu, ia kemudian merekrut 17 karyawan mulai dari printing, desainer, karyawan jahit, pengepakan, hingga yang mengurus pengiriman. Dengan karyawan itu, ia tak lagi kebingungan jika mendapat pesanan konveksi dalam jumlah besar lantaran pabriknya sudah siap memproduksi dalam jumlah banyak. Jenis konveksi yang diproduksi pun kian beraneka ragam menyesuaikan pesanan pelanggan.

“Kalau dulu paling hanya melayani kaos jersey dan sepatu olahraga, sekarang sudah komplit. Mulai dari jersey bola segala bahan, jaket olahraga, training, sampai kaos balap. Pesan berapapun kami sudah siap memproduksi dengan cepat,” terangnya.

Mengingat profesinya dan istri sama-sama sebagai PNS, Okho yang tak ingin terpecah konsentrasi tugasnya, memutuskan mempercayakan adiknya untuk mengelola dan mengawasi proses usaha setiap hari. Baru setelah pulang dari kantor, ia dan istrinya ikut terjun membantu.

Lebih lanjut, Okho mengisahkan jika awal-awal berbisnis online omset perbulannya paling hanya Rp 200.000, kini dengan punya usaha konveksi sendiri, omsetnya melonjak tajam mencapai Rp 500 juta perbulan.

Tembus Pasar Jepang

Hal itu tak lepas dari makin berkembangnya mitra bisnis dan pelanggannya yang tak hanya dari lingkup Jawa saja namun sudah merambah ke Luar Jawa. Bahkan, yang terbaru, produk jerseynya sudah mampu menembus pangsa pasar pelanggan dari Jepang. Semua itu juga karena ia selalu mengedepankan kualitas produk demi menjaga kepercayaan dari relasi.

Baca Juga :  Kecelakaan Hebat Depan Samsat Sragen, Truk Remuk Gasak Truk Ngerem Mendadak. Sopir dan Kernet Luka Parah, Truk Biang Kecelakaan Malah Kabur dari Tanggungjawab

“Pelanggan saya rata-rata pedagang. Yang paling banyak malah dari luar Jawa dan mereka sudah berlangganan dari awal dulu. Karena sudah percaya produk dan kualitasnya, jadi terus bermitra sampai sekarang. Bahkan kemarin malah ada pesanan dari pelanggan baru asal Jepang. Alhamdulilah, akhirnya bisa kirim ke Jepang sana,” tukasnya.

Tumpukan jersey dan berbagai produk kaos olahraga siap dikirim ke pelanggan. Foto/Wardoyo

Di bagian akhir, Okho mengaku sangat bersyukur bisa merintis usaha dan bisa diberi kelancaran. Menurutnya hal itu menjadi sebuah kebanggaan bisa mencukupi kebutuhannya tanpa merepotkan orang tua. Lebih dari itu, ia juga bersyukur dari jerih payah usahanya itu setidaknya bisa membantu memberikan lapangan kerja bagi 17 karyawannya yang berasal dari lokasi sekitar maupun dari Sambirejo, Gondang dan Sambungmacan.

“Terus terang dulu saya nekat merintis usaha karena awal-awal waktu jadi PNS dan berkeluarga, sepertinya agak berat. SK sudah digadaikan untuk kredit rumah, tiap bulan gaji sudah nol karena habis dipotong. Alhamdulilah dari kerja keras dan usaha ini, sekarang sudah bisa nambah beli rumah tiga lagi dan mobil. Kami sudah sangat bersyukur Mas,” pungkasnya. Wardoyo