JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Pasar Tradisional Wonogiri Hanya Ramai Saat Hari Pasaran, Efeknya Seperti Ini

Kapolres AKBP Robertho Pardede memantau aktifitas perdagangan di Pasar Kota Wonogiri.
Kapolres AKBP Robertho Pardede memantau aktifitas perdagangan di Pasar Kota Wonogiri.

WONOGIRI-Sejumlah pasar tradisional ternyata hanya ramai saat hari pasaran. Di luar hari pasaran, kondisi pasar sepi dari transaksi. Hal ini mempengaruhi kemampuan pasar dalam menyetor pendapatan.

Ketua Komisi II DPRD Wonogiri Sardi mengungkapkan hal tersebut, Minggu (1/4/2018). Pihaknya kerap melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah pasar tradisional. Pasar-pasar yang disidak diantaranya pasar Wonogiri Kota, Pracimantoro, Baturetno, Batuwarno, Sidoharjo, maupun Ngadirojo.

Baca Juga :  Pedagang Mie Ayam dan Bakso Mengeluh Dampak Kenaikan Harga Terigu, Usulkan Tepung Singkong Jadi Alternatif

“Tidak semua pasar tradisional itu ramai, ada yang hidupnya cuma di hari pasaran. Misalnya pasaran Kliwon di Pasar Sidoharjo, pasti sepi, karena bukan hari pasaran. Seperti halnya hari pasaran Kliwon, di Pasar Giriwoyo pasti ramai, selain hari pasaran itu, transaksi sepi,” beber dia.

Baca Juga :  Belasan Rumah Rusak Diterjang Angin Kencang di Jatipurno dan Brenggolo Jatiroto Wonogiri, Segini Kerugiannya

Menurut Sardi, kondisi itu sudah berlangsung cukup lama. Di tengah masyarakat sudah terbentuk semacam kebiasaan pembagian hari pasaran di pasar tradisional. Misalnya, pasaran Legi untuk pasar A dan B, sementara pasaran Pahing di pasar C dan D, demikian seterusnya.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com