JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Dalam 1 Jam 10 Pengendara Alami Kecelakaan, Bupati Pekalongan Sebut Pengembang Tol Ngawur

Asip Kholbihi Bupati Pekalongan pimpin langsung pembersihan ruas Jembatan Pringgodani dari sisa matrial yang dibawa oleh truk matrial proyek jalan tol, Senin (23/4/2018)/Tribunnews.

PEKALONGAN – Terhitung dalam satu jam 10 pengendara mengalami kecelakaan saat melewati Jembatan Pringgodani Pekalongan dikarenakan lumpur yang terbawa oleh truk proyek tol ditambah dengan hujan yang mengguyur Pekalongan dan sekitar.

Hal tersebut membuat Pemkab dan Polres Pekalongan bertindak untuk membersihakan jembatan tersebut dari lumpur.

Pembersihan yang dilakukan menggunakan air yang disemprotkan dari mobil pemadam kebakaran (Damkar), dan penyemprotan dilakukan di setiap sisi jembatan secara bergantian agar lalu lintas tetap berjalan.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi yang mendengar informasi terkait beberapa pengendara terjatuh akibat jalan licin karena ceceran tanah dari truk proyek, langsung menerjunkan mobil pemadam kebakaran untuk membersihkan sisa tanah merah yang ada sepanjang jalan.

“Masyarakat komplain terhadap mobilisasi kendaraan material jalan tol, terutama pada saat hujan. Kami mengingatkan pelaksana proyek jalan tol, baik SMJ maupun Waskita, terpal harus rapi, sehingga tanah tidak berceceran di jalan,” tegas Asip, Senin (23/4/2018).

Baca Juga :  Aksi Kamisan di Semarang Sempat Diwarnai Adu Mulut dan Nyaris Dibubarkan

Pihaknya meminta jika turun hujan, secepatnya diantisipasi. Disiapkan mobil penyiramnya, sehingga tanah yang berceceran di jalan bisa segera dibersihkan.

“Kami mengirim mobil Damkar. saya pimpin langsung untuk melakukan langkah penanganan, karena korbannya sudah puluhan,” terang Asip.

Asip meminta agar manajemen mobilisasi material untuk proyek jalan tol ditata kembali. Dan pihak pengembang harus memegang komitmen untuk kembali ke MoU yang sudah disepakati bersama.

“Jangan ngawur lah. Ini kan masyarakat sudah mendukung program nasional, tapi hak-hak masyarakat harus dilindungi. Ini ndablek namanya,” tuturnya.

Pihaknya paham betul menjelang Bulan Ramadan, ekskalasi material jalan tol harus ditingkatkan, karena jalan tol Pekalongan – Batang harus sudah harus fungsional, namun di satu sisi mobilitas masyarakat juga sangat tinggi.

Baca Juga :  Desa Jetak Butuh Sokongan Pemerintah untuk Jadi Desa Wisata

“Dua kepentingan ini ayo dikelola secara baik dan mereka harus menyadari. Jangan asal angkut saja, tapi harus tertib. Harus diterpal rapi. Jangan kebut-kebutan. Kalau kotor, bannya ya dicuci dulu. Itu jalan kan bukan hanya lewat dia. Ayo jalan bareng, tertib bareng dan saling menghargai,” imbuhnya.

Asip menghimbau Jika semua pihak saling menghargai, maka masyarakat akan terus mendukung program nasional tersebut. Namun, jika kerusakan jalan tidak segera diperbaiki dan jalanan licin, maka akan menimbulkan kekecewaan yang panjang dari masyarakat.

“Ini statement keras saya yang kesekian kalinya. Mungkin ke seratus kali. Ndableknya SMJ dan Waskita. Sebelum masyarakat bergerak, ayo kita bersama-sama berusaha saling menghargai agar mobilisasi ini berjalan dengan baik,” timpalnya.

www.tribunnews.com