loading...
Loading...
Kapolsek Gemolong, AKP Supadi saat memimpin penangkapan tiga dari empat pendekar PSHT tersangka pengeroyokan juniornya, Senin (2/4/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN-  Tim Polsek Gemolong Polres Sragen langsung bergerak cepat menindaklanjuti kasus pengeroyokan dan penganiayaan sadis yang menimpa seorang pendekar perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT)  asal Dukuh Bonagung RT 28/ 14, Bonagung, Tanon, Muhammad Mahfud Khoirul (18). Tak butuh waktu lama,  Polsek meringkus tiga dari empat senior PSHT yang dilaporkan sebagai pelaku pengeroyokan.

Satu tersangka asal Boyolali, hingga kini masih dalam pengejaran. Ketiga tersangka yang dibekuk itu masing-masing diketahui bernama Alan K (21) warga Gemolong, Sragen, Richo (18) asal Miri,  Sragen, Totok (18) asal Kalijambe Sragen.  Satu tersangka yang masih diburu diketahui berinisial KH (18) asal Cengklik,  Boyolali.

Baca Juga :  Kecelakaan Terbaru Sragen, Siswi Asal Sambirejo Hilang Kendali dan Gasak Nenek-nenek Hingga Patah

Kapolres Sragen,  AKBP Arif Budiman melalui Kapolsek Gemolong AKP Supadi mengatakan setelah menerima laporan dari korban pada Minggu (1/4/2018) siang,  tim langsung bergerak untuk melakukan penyelidikan.

Hanya butuh empat jam,  tim langsung mengidentifikasi para pelaku sebelum kemudian membekuknya satu persatu. Ketiga pelaku ditangkap di rumah mereka tanpa perlawanan.

“Jadi setelah menerima laporan,  kami langsung bergerak melakukan penyelidikan. Nggak lebih dari empat jam,  tiga tersangka berhasil kita tangkap. Ada satu yang berasal dari Boyolali sampai saat ini masih kita kejar, ” papar AKP Supadi,  Senin (2/4/2018).

Baca Juga :  Jelang Hari Jadi Polwan, 52 Polisi Wanita di Jepara Malah Diperiksa. Hasilnya Mengejutkan! 

Ketiga tersangka langsung digelandang ke Mapolsek Gemolong untuk dilakukan pemeriksaan. Senin (2/4/2018) siang,  ketiga pemuda yang mengeroyok secara sadis adik tingkatnya itu, kemudian dikirim ke Mapolres Sragen untuk menjalani proses lebih lanjut.

Seperti diberitakan, seorang anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) asal Dukuh Bonagung RT 28/ 14, Bonagung, Tanon, Muhammad Mahfud Khoirul (18) menjadi ajang pengeroyokan dan dihajar habis-habisan oleh empat seniornya yang diketahui berasal dari PSHT Ranting Gemolong, Sabtu (31/3/2018) malam di gang sebelah SMK Muh 6 Gemolong.

Baca Juga :  Geger Semburan Api Mendadak Muncul dari Dalam Tanah di Tanon Sragen. Menyembur dari Lubang Pekarangan Warga 

Keempat pelaku yang diketahui masing-masing bernama Alan, Totok, Kholis dan Riko itu menghajar adik tingkatnya itu tanpa ampun. Bak aksi smackdown, mereka menyeret korban seusai latihan dan mengeroyoknya beramai-ramai hingga tak sadarkan diri.

Korban kemudian ditemukan oleh beberapa temannya di sekitar lokasi kejadian pada Sabtu (31/3/2018) sekira pukul 23.30 WIB dan kemudian dilarikan ke Puskesmas Tanon I. Korban mengalami luka parah sepertiuka bibir pecah ,kepala bagian belakang benjol ,bagian bawah mata kiri lebam, jari tangan kiri terdapat luka robek, dan badan nyeri semua. Wardoyo

Iklan
Loading...