JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kisruh Seleksi Mutasi Perdes Sragen. Kades Tuding Ada Permainan, Pihak UNS Akhirnya Buka Suara. Begini Jawabannya!

Ilustrasi kursi perangkat desa
Ilustrasi kursi perangkat desa

SRAGEN-   Setelah lama bungkam dan selalu menghindar diklarifikasi, pihak Universitas Sebelas Maret (UNS)  Solo akhirnya buka suara soal polemik seleksi mutasi Perangkat Desa (Perdes)  di Sragen yang diselenggarakan dengan LPPM UNS. Selain membantah ada permainan,  pihak UNS mengklaim seluruh proses seleksi sudah dilaksanakan sesuai prosedur dan profesional.

Hal itu disampaikan Rektor UNS,  Ravik Karsidi melalui Kepala Humas UNS,  Andre Rahmanto Rabu (18/4/2018).

Andre mengatakan setelah muncul pemberitaan di media perihal protes dan kisruh seleksi Perdes di Sragen, pihak UNS langsung menggelar koordinasi internal dengan menghadirkan tim LPPM UNS selaku yang menangani kerjasama itu.

Di hadapan forum,  LPPM mengklaim proses seleksi mutasi sudah berjalan sesuai prosedur. Ia juga menyampaikan soal yang diujikan juga sudah mengacu pada Peraturan Bupati (Perbup)  yang dijadikan dasar penyelenggaraan seleksi.

“Kemarin begitu ada pemberitaan itu,  kita langsung koordinasikan internal termasuk dengan LPPM UNS. Mereka menyampaikan kalau semua sudah dilaksanakan prosedural dan profesiaonal,” katanya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM .

Andre menguraikan informasi terakhir yang diterima dari Bagian Pemerintahan Desa di Sragen, bahwa sudah tidak ada keluhan soal seleksi mutasi Perdes itu.

Baca Juga :  Semua Pegawai dan Nakes Sembuh dari Covid-19, Dirut RSUD Sragen Pastikan Kondisi Sudah Aman. Masyarakat Diminta Tak Takut Lagi Berobat ke RSUD!

Ia juga meluruskan bahwa LPPM UNS itu hanya salah satu pusat studi yang ada di UNS.

“Kalau soal kemudian ada yang kecewa atas hasil seleksi,  saya rasa itu wajar. Puas dan tidakpuas dalam seleksi itu menurut kami hal yang wajar, ” tukasnya. Soal tudingan adanya permainan dan intervensi dari kekuatan penguasa Sragen yang disebut ikut mengatur hasil,  Andre menampiknya.

“Sampai sejauh ini pelaksanaan sudah dijalankan sesuai prosedur dan profesional, ” imbuhnya.

Pernyataan itu dilontarkan sebagai jawaban atas rentetan pemberitaan soal proses dan hasil seleksi Perses yang diprotes calon dan Kades di Sragen.

Baca Juga :  Makin Mengganas, Kasus Covid-19 Sragen Tambah 8 Warga Positif dan 1 Meninggal Hari Ini. Total Melonjak Jadi 427 Kasus, 59 Meninggal Dunia

Sejak hasilnya diumumkan Rabu (11/4/2018) malam,  sebagian Kades dan calon yang gagal,  tidak terima dengan hasil seleksi oleh LPPM UNS yang dianggap tidak transparan dan hasilnya bertolak belakang dari realita.

“Bayangkan di desa kami ada empat perangkat desa yang ikut mendaftar. Dua calon mendaftar Kadus dan notabene sudah kompeten serta menguasai komputer,  malah nggak lulus dan nilainya hanya 50an,” ujar Kades Banaran, Sambungmacan, Susilo.

Ketua LSM Formas Sragen,  Andang Basuki mendesak DPRD berani memanggil LPPM UNS untuk dimintai pertanggungjawaban.

Sebab hasil seleksi dinilai jauh dari kesan transparan dan banyak diprotes Kades.

“Hampir sebagian besar Kades dan peserta kecewa hasilnya. Lalu banyak calon tunggal dan berkompeten malah enggak lulus,” jelasnya. Wardoyo