JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Pemkab Hingga Pemdes di Wonogiri Tabuh Genderang Perang Terhadap Rentenir



WONOGIRI-Aksi rentenir yang mencekik warga mendapat tanggapan dari Pemkab Wonogiri hingga pemerintah desa. Prinsipnya, pemkab dan pemerintah desa bersama memerangi rentenir.

Bahkan saat ini sudah terbentuk Desa Bebas Rentenir di Desa Sumberejo, Kecamatan Batuwarno. Hal demikian berawal dari sebuah kegelisahan. Tak ingin permasalahan itu berkembang dan menjalar, pemerintah desa setempat kemudian campur tangan.

“Sebenarnya, tidak ada sepuluh persen warga kami yang terlilit bank plecit (rentenir). Tapi inilah yang melatarbelakngi terciptanya Desa Bebas Rentenir,” ungkap Kepala Desa Sumberejo, Batuwarno, Tri Haryanto, Kamis (12/4/2018).

Baca Juga :  Jika Tidak Ada Tilang Apakah Pelanggar Lalu Lintas Dibiarkan Saja oleh Polisi? Ini Seputar Pelaksanaan Operasi Patuh Candi 2021

Meski hanya sepuluh persen dari 680 KK yang terjerat utang dengan rentenir, tapi hal itu membuat kegelisahan pihak pemerintah desa.
Dia pun berkeyakinan permasalahan itu perlu adanya campur tangan pemerintah. Maka pada 2016 dengan adanya luncuran dana desa sebesar Rp 200 juta dalam penyertaan modal BUMDes Sumberarta Makmur digunakan Rp 140 juta untuk unit simpan pinjam.

Advertisement
Baca Juga :  Wonogiri Beda Lur, Operasi Lalu Lintas Justru Kedepankan Baksos untuk Masyarakat. Simak Jadwal Lengkapnya

Jika berutang dengan rentenir, Rp 100 ribu maka pengembaliannya adalah Rp 120 ribu. Sementara,di program P2KP yang dijalankan BumDes, semisal warga meminjam Rp 1 juta, hanya dikenai bunga Rp 12 ribu. Selain untuk melunasi utang kepada rentenir, mereka juga mendapatkan modal usaha.

Halaman:  
« 1 2 Selanjutnya › » Semua