JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Pemkot Semarang Jalin Kerja Sama dengan Pemkot Jiaxing Cina, Ini Rencananya

Ilustrasi/Tribunnews

SEMARANG – Pemkot Semarang bakal menjalin kerjasama dengan Pemkot Jiaxing, Cina. Kerjasama program sister city yang saat ini masih dalam penjajakan tersebut bakal diresmikan November mendatang.

Walikota Semarang, Hendrar Prihadi mengungkapkan, program sister city adalah konsep penggandengan dua kota yang berbeda lokasi dan administrasi politik dengan tujuan menjalin hubungan budaya dan kontak sosial antar penduduk.

“Kami merencanakan kerjasama program sister city ini dalam beberapa bidang diantaranya, bidang investasi, perdagangan, bisnis, budaya, pariwisata, dan lainnya. Saat ini kami masih melakukan penjajakan yang penandatangan kerjasamanya pada November yang akan datang,” kata Hendi, sapaan Hendrar Prihadi, Kamis (5/4/2018).

Hendi menuturkan, sister city atau kota bersaudara umumnya memiliki persamaan keadaan demografi dan masalah-masalah yang dihadapi. Hendi menyebut, konsep kota kembar bisa diumpamakan sebagai sahabat pena antara dua kota.

“Hubungan dua kota yang memiliki kesamaan ini sangat bermanfaat bagi program pertukaran pelajar dan kerjasama di bidang budaya dan perdagangan,” tuturnya.

Untuk memantapkan kerjasama dua negara itu, Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, melakukan kunjungan ke Jiaxing, Cina, awal pekan ini dan telah kembali ke Kota Lunpia.

Baca Juga :  YKAN Dorong Praktik Budi Daya Udang Ramah Lingkungan

Ita, sapaan Hevearita Gunaryanti Rahayu, mengatakan hasil dari kunjungannya ke Cina tersebut yaitu Pemkot Jiaxing akan mengadakan program beasiswa bagi mahasiswa dari Kota Semarang. Program beasiswa itu sebagai langkah awal pelaksanaan program sister city.

“Nanti akan ada banyak investor yang menanamkan modalnya ke Kota Semarang. Untuk awal ini, kita dari Pemkot Semarang melalui perguruan tinggi akan mengirim mahasiswa karena Pemerintah Jiaxing berkenan menyediakan beasiswa, terutama untuk bahasa dan budaya melalui Universitas Jiaxing,” paparnya.

Ita menambahkan, untuk program beasiswa tersebut, Pemkot Jiaxing telah menetapkan Universitas Negeri Semarang (Unnes) sebagai Perguruan Tinggi yang akan mengirimkan mahasiswa ke Universitas Jiaxing. Terutama mahasiswa dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Mandarin Fakultas Bahasa dan Seni (FBS).

Pemkot Jiaxing menginginkan peserta program beasiswa dari mahasiswa Unnes yang sebanyak-banyaknya. Karena itu, Pemkot Semarang akan memfasilitasi berjalannya program antara Universitas Jiaxing dengan Unnes.

Baca Juga :  Niatnya Pamer Jumping, Anggota Klub Motor KLX Malah Bikin Celaka. Sebabkan Kecelakaan, Puluhan Motor Anggota Komunitas Langsung Digaruk Polisi

Selain program beasiswa, program selanjutnya yaitu di bidang pariwisata. Ita menyebutkan, akan banyak wisatawan dari Jiaxing yang akan datang ke Kota Semarang.

“Mereka mengharapkan mahasiswa itu bisa menjadi penerjemah maupun guide dari para investor yang akan menanamkan modal di Kota Semarang karena mayoritas pengusaha Cina tidak bisa berbahasa Inggris,” tambahnya.

Ita menyatakan, dengan adanya program beasiswa budaya dan bahasa dari mahasiswa Unnes di Universitas Jiaxing, maka proses komunikasi antara para pengusaha dan wisatawan tidak menjadi kendala.

Ita berharap, mahasiswa Unnes yang nantinya bakal menjalani program beasiswa di Universitas Jiaxing, Cina, bisa menarik banyak wisatawan ke Kota Semarang dan berhasil menarik para pengusaha untuk berinvestasi di Kota Semarang ini.

“Harapanya, dengan banyaknya mahasiswa belajar budaya dan bahasa di sana (Jiaxing), bisa menarik orang-orang dari negara Cina untuk menjadi investor disini. Karena dulunya, kendala bahasa menjadi persoalan dalam hal berkomunikasi antara Indonesia dan Cina,” pungkas Ita.  

www.tribunnews.com