JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Internasional

Sadis, Bayi Ini Tewas Usai Organ Vitalnya ‘Dibuang’ Dokter Demi Buktikan Prediksinya

Ilustrasi/Tribunnews

Perkiraan dokter mengenai jenis kelamin bayi dalam kandungan memang tidak selalu tepat. Namun, seorang dokter di India melakukan tindakan keji hanya untuk membuktikan prediksinya benar. Atau, untuk menutupi rasa malu lantaran prediksinya salah, dokter ini nekat.

Ia tega memotong organ vital bayi lelaki yang baru lahir karena ‘ngotot’ prediksi jenis kelamin bayi tersebut adalah perempuan.

Akibatnya, bayi tersebut langsung meninggal dunia. Dikutip TribunTravel.com dari laman Daily Mail, Dokter yang disebut di media India, Anuj Kumar, dilaporkan telah mengangkat organ vital seorang bayi lelaki di klinik pribadinya di distrik Chatra, negara bagian Jharkhand.

Polisi kemudian melakukan penyelidikan setelah menerima laporan dari orangtua sang bayi, Guriya Devi dan Anil Panda, menurut Indian Express.

Baca Juga :  Media Asing Soroti Penanganan Covid-19 di Indonesia, Sebut Menkes Terawan sebagai Orang Paling Bertanggung Jawab atas Krisis Akibat Pandemi yang Dialami Indonesia

Mereka mengklaim, dokter telah memeriksa sang ibu yang akan segera melahirkan dan mengatakan dia akan memiliki bayi perempuan setelah USG, lapor situs web tersebut.

Pasangan itu dilaporkan pergi ke klinik Dokter Anuj Kumar setelah Guriya Devi merasakan tanda-tanda kelahiran.

Anuj pun mengenakan biaya setara dengan 183 poundsterling atau sekitar Rp 3,5 juta untuk melakukan operasi caesar.

Guriya melahirkan bayi laki-laki. Namun, Anuj Kumar diduga telah menghilangkan organ genital bayi yang baru lahir tersebut.
Anuj kemudian memberi tahu Guriya, dia telah melahirkan seorang bayi perempuan dengan kondisi cacat yang telah meninggal tak lama setelah lahir.

Juru bicara polisi Ashok Ram mengatakan, keluarga Guriya pun menolak cerita versi dokter ini dan telah mengajukan pengaduan resmi di pagi hari.

Baca Juga :  Ini Peraturan Pelaksanaan Ibadah Umrah di Masa Pandemi Covid-19: Batas Waktu hanya 3 Jam, Jemaah Dibagi Per Kelompok 1.000 Orang

Ram mengatakan, “Kami telah mengirim jasad bayi tersebut ke Rumah Sakit Chatra Sadar untuk dilakukan pemeriksaan post-mortem. Sebuah tim mengunjungi klinik Anuj setelah menerima laporan, tetapi ternyata klinik itu tutup.”

Dr DN. Thakur, seorang petugas medis di pusat kesehatan masyarakat Itkhori, mengatakan pemeriksaan sebelumnya terhadap klinik Anuj Kumar telah menimbulkan kekhawatiran.

“Pemiliknya, Dr Anuj Kumar tidak bisa memberikan dokumen yang valid.”

“Kami telah memintanya untuk menyerahkan lisensi praktik dan menjalankan kliniknya untuk diperiksa pada 16 April, tetapi dia tidak mematuhinya,” katan Thakur.
Investigasi polisi pun terus berlanjut.

Dr Kumar dapat menghadapi tuntutan pidana, kehilangan izin medis dan penutupan klinik jika tuduhan terhadapnya terbukti. # Tribunnews