JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Internasional

Tubuh Bisa Dimodifikasi dengan Cara yang Menyiksa dan Mematikan Seperti Ini

Tribunnews

Tindakan yang menyakiti tubuh dengan tujuan tertentu sering dilakukan oleh sebagian orang. Misalnya tatto atau operasi plastik.

Khusus untuk operasi plastik, sebenarnya bukanlah sesuatu yang asing. Bahkan menjadi tren sebagai salah satu cara untuk memodifikasi tubuh sehingga menjadi seperti yang diinginkan.

Misalnya implan payudara untuk memperbesar ukuran dada, ada pula suntik botox untuk memperindah pinggul, adapun suntik silikon untuk memodifikasi bentuk hidung. Di Korea bahkan ngetren sedot lemak untuk membentuk tubuh menjadi lebih langsing.

Di Amerika, menurut data Asosiasi Dokter Bedah Plastik, tindakan modifikasi payudara menduduki peringkat pertama dan paling populer dalam daftar prosedur bedah di tahun 2006.

Berbagai upaya itu dilakukan demi mendapatkan kecantikan sebagaimana yang dikonstruksikan dalam cover – cover majalah. Sehingga menjadi standar kecantikan yang diikuti.

Disadari atau tidak, praktik – praktik memodifikasi tubuh sudah berlangsung sejak lama di berbagai belahan dunia. Beberapa diantaranya masih dipraktikan hingga sekarang. Hanya saja, standar kecantikannya berbeda-beda.

Berikut merupakan praktik modifikasi tubuh paling ekstrem dan paling menyakitkan dari berbagai suku di dunia :

Baca Juga :  Pria Thailand Ini Punya 120 Istri, dan Uniknya, Semuanya Saling Akur

1. Salah satu praktik modifikasi tubuh paling tua yakni modifikasi bibir seperti yang dipraktikan Suku Mursi di Ethiopia sejak 8700 SM.
Dalam tradisi Suku Mursi para perempuan lajang yang hendak menikah diharuskan menjalani prosedur pembesaran bibir yang berlangsung selama setahun.

Mula-mula bibir mereka dilubangi kemudian dimasuki cincin yang ukurannya akan ditambah dari waktu ke waktu.

2. Wanita Kayan dari Myanmar (Burma) mempraktekkan bentuk modifikasi tubuh wanita yang sangat ekstrim dengan menggunakan spiral kuningan di leher mereka untuk membuatnya tampak lebih ramping dan memanjang.

Kenyataannya, leher sebenarnya tidak memanjang melainkan tulang selangka yang berubah bentuk karena didorong oleh gulungan, yang pada akhirnya menekan tulang rusuk.

Gadis-gadis mulai memakai ini pada usia lima tahun. Setelah sepuluh tahun, banyak wanita merasa seolah-olah cincin spiral itu sudah menjadi bagian dari tubuh mereka.

Alasan di balik praktik aneh ini diperdebatkan. Antropolog menduga bahwa cincin itu berfungsi untuk melindungi wanita dari perbudakan dengan membuat mereka kurang menarik bagi suku yang bersaing.

Yang lain percaya bahwa praktik ini untuk menciptakan bentuk leher ideal bagi wanita, yang lebih panjang dan ramping dibandingkan pria.

Baca Juga :  50 Negara Jatuh ke Jurang Resesi Gara-gara Pandemi Covid-19, Mulai dari Malaysia hingga Amerika Serikat. Ini Daftar Lengkapnya

3. Ini mungkin merupakan praktik modifikasi tubuh paling menyakitkan. Ini dilakukan oleh para perempuan China dengan cara melipat telapak kaki supaya menjadi mungil.

Bahkan mereka harus mematahkan tulang jari kaki. Bentuk kaki yang mungil merupakan salah satu bentuk standar kecantikan dan keindahan.

Tradisi ini dipraktikan pada masa Dinasti Tang sekitar tahun 618 – 960 M. Kemudian menjadi kian populer pada masa Dinasti Song sekitar 960 – 1297 M.

4. Korset menjadi salah satu alat modifikasi tubuh wanita yang paling terkenal.
Ini diciptakan untuk memberikan sosok wanita dengan pinggang langsing bak jam pasir.

Namun, wanita yang mengenakan korset selama berjam-jam pada satu waktu cenderung pingsan. Karena korset bisa menghambat aliran udara.

Namun demikian, cara ini sangat populer di era VIctoria, Inggris. Nun mulai memudar ketika dokter menyatakan bahwa korset menyebabkan masalah kesehatan yang menghancurkan seperti perpindahan hati, atrofi otot, dan jantung dan kerusakan paru-paru. # Tribunnews