loading...


Kondisi talud di Jalur Blangu-Pilangsari, Gesi yang ambrol sejak 3 bulan lalu dan hingga kini belum diperbaiki oleh DPU-PR. Foto/Wardoyo

SRAGEN- Talud sepanjang 20 meter di jalan penghubung antara Desa Blangu dengan Desa Pilangsari,  Kecamatan Gesi yang ambrol sejak Maret lalu,  hingga kini dilaporkan masih mangkrak. Warga pun mendesak dinas dan pihak terkait untuk segera turun tangan lantaran jalur itu sangat vital untuk transportasi.

Talud penopang jalan yang terletak di Dukuh Wahyu RT 02 Blangu itu ambrol tiga bulan silam.  Ambrolnya talud itu sudah kali kedua setelah sebelumnya ambrol beberapa saat ketika proyek baru selesai dikerjakan tahun 2017.

“Sempat diperbaiki bulan Februari 2018 tapi baru sebulan sudah ambrol lagi. Sampai sekarang hanya dipatok bambu penahan talud dan tidak ada penanganan sama sekali, ” papar Subagyo (43) warga Blangu,  Kamis (24/5/2018).

Baca Juga :  Komite dan Warga Sidoharjo Resah Lapangan SMPN 2 Diduga Dirombak Jadi Sawah dan Dijual Secara Diam-diam. Desak Dinas Segera Turun Tangan

Warga mempertanyakan komitmen DPU-PR terhadap peningkatan dan pemeliharaan infrastruktur yang ada. Sebab proyek tersebut menelan anggarab Rp 4 miliar. Akan tetapi belum sampai setengah tahun sudah ambrol.

Divisi Hukum dan HAM LSM Formas Sragen,  Sri Wahono, membenarkan adanya laporan soal talud ambrol di Blangu Gesi yang hingga tiga bulan mangkrak tanpa penanganan.

Pihaknya mendesak DPU-PR konsisten dengan komitmen yang akan memperbaiki infrastruktur yang berkualitas. Sebab keluhan warga sudah hampir tiga bulan tak pernah ada penanganan.

Baca Juga :  DKK Sragen Terjunkan Tim Kroscek ke Puskesmas Tanon,  Oknum Dokter Galak Sampaikan Minta Maaf 

Ia juga mempertanyakan banyaknya proyek yang sudah rusak meski baru beberapa waktu dikerjakan. Seperti proyek perawatan jalan Jatitengah-Cengklik sepanjang 1,6 Km lebar 5 meter dengan anggaran Rp 4.204.450.000 dari APBN 2017 juga belum mampu menuntaskan perawatan.

“Proyeknya dikerjakan oleh PT .Risma Jaya Mandiri blora dengan durasi 140 hari kalender. Kesannya asal-asalan karena banyak yang sudah rusak lagi, ” tukasnya.

Wahono menuturkan Formas menilai banyaknya proyek bernilai miliaran rupiah di Sragen masih dikerjakan dengan asal asalan. Hal itu ditunjukkan dari laporan adanya sebagian proyek fisik utamanya jalan yang sudah rusak padahal belum ada setahun dikerjakan.

Baca Juga :  Pengurus DPC dan PAC Sedulur Jokowi Sragen Resmi Dikukuhkan, Bertekad Menangkan Jokowi-Maruf di Atas 70 % 

“Kami melihat pengawasan yang lemah dari DPU sehingga rekanan pelaksana jadi seenaknya mengerjakan,” tandasnya. Wardoyo

 

Loading...