loading...


Kapolsek Gesi, AKP Abdul Halik bersama tim Polres saat mengidentifikasi jasad Warg Blangu, Gesi yang tewas gantung diri, Sabtu (5/5/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Aksi gantung diri Sabtu (5/5/2018) ternyata juga merembet ke Gesi. Sekitar pukul 17.15 WIB, warga digegerkan dengan aksi gantung diri yang dilakukan Tukiran (75) warga Dukuh Balak RT 17/4, Desa Blangu,  Gesi.

Korban ditemukan sudah meregang nyawa menggantung di blandar rumahnya. Kakek itu menggantung dengan tali senar.

Data yang dihimpun, korban ditemukan kali pertama oleh anaknya sendiri,  Arif Suwarno (52). Ceritanya sore itu, Arif baru pulang dari kerja bhakti.

Baca Juga :  Tinjau Proyek TMMD di Desa Terpencil Sragen, Bupati Yuni Sebut Satu Kata Ini.. 

Saat tiba di rumah,  ia melihat bapaknya keluar rumah. Karena sudah petang,  ia meminta bapaknya yang sudah sakit-sakitan itu untuk segera masuk rumah.

Arif kemudian menuju ke kamar mandi untuk membasuh badan. Begitu keluar kamar mandi,  ia sudah dihadapkan pemandangan bapaknya meregang nyawa dalam kondisi menggantung.

Seketika ia berteriak hingga mengundang warga. Mereka beramai-ramai mengevakuasi korban dan berusaha menolong. Namun korban sudah terlanjur meninggal.

Bersamaan itu,  tim Polsek Gesi dan Polres langsung tiba dan melakukan olah TKP.

Baca Juga :  Bandar Sabu Sidoharjo Sragen Digerebek Polisi. Ditangkap Saat Hendak Bertransaksi di Masaran

Kapolres Sragen,  AKBP Arif Budiman melalui Kapolsek Gesi,  AKP Abdul Halik mengatakan dari hasil olah TKP tidak ditemukan tanda kekerasan atau penganiayaan di tubuh korban. Hasil visum petugas medis juga menunjukan tak ada bekas kekerasan.

“Korban murni meninggal dengan menggantung. Keluarga juga sudah ikhlas menerima sebagai musibah. Pemicunya diduga karena depreski sakit menahun tak kunjung sembuh,” ujar AKP Halik. Wardoyo

Loading...