Beranda Daerah Jogja Ini Maksud Letusan  Freatik yang Terjadi di Gunung Merapi

Ini Maksud Letusan  Freatik yang Terjadi di Gunung Merapi

102
BAGIKAN
Tribunnews

SLEMAN – Jumat (11/5/2018) pagi, Gunung Merapi kembali “membuat” berita.  Gunung yang terkenal sebagai salah satu gunung yang  paling aktif di dunia itu meletus dan menyemburkan  debu panas.

BPBD Magelang menyebut, jenis letusan tersebut adalah letusan freatik. Apa sebenarnya yang disebut dengan letusan freatik?

Beberapa sumber menyatakan, letusan freatik terjadi akibat adanya uap air bertekanan tinggi. Uap air tersebut terbentuk seiring dengan pemanasan air bawah tanah atau air hujan yang meresap ke tanah di dalam kawah, kemudian berkontak langsung dengan magma.

Letusan freatik disertai dengan asap, abu, dan material di dalam kawah. Kapan munculnya  letusan freatik sulit diprediksi.

Letusan bisa terjadi tiba-tiba dan dalam frekuensi yang sering, namun tidak disertai tanda-tanda adanya peningkatan kegempaan.

Beberapa gunung api dengan tipe letusan freatik di Indonesia sering meletus saat statusnya waspada (level 2), seperti Gunung Dempo, Gunung Dieng, Gunung Marapi, Gunung Gamalama dan Gunung Merapi.

Tinggi letusan freatik juga bervariasi, bahkan bisa mencapai 3.000 meter, tergantung pada kekuatan uap airnya. Jadi letusan freatik bukan sesuatu yang aneh jika status gunung api itu di atas normal.

Baca Juga :  Mau Belajar Bikin Bakpia secara Gratis? Di Toko Bakpia Soemodigdo Jogja ini Lho Tempatnya

Apa bedanya dengan letusan magmatik? Letusan magmatik adalah letusan yang disebabkan magma dalam gunung api. Letusan magmatik sisertai dengan tanda-tanda tertentu, terukur dan bisa dipelajari ketika akan meletus.

Masyarakat Diminta Tak Panik

Terkait dengan letusan freatik Gunung Merapi tersebut,  BPBD Magelang  mengimbau kepada masyarakat agar menjauhi radius 3 kilometer dari puncak Merapi.

“Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang. Jika ada perkembangan informasi segera kami rilis,” demikian rilis BPBD Magelang.

www.tribunnews.com/Suhamdani