loading...


Kapolsek Karangmalang, AKP Mujiono bersama tim dan warga saat mengevakuasi jasad pelajar SMKN 2 Sragen yang tewas gantung diri dari rumah kakeknya ke rumah orangtuanya, Rabu (9/5/2018) malam. Foto/Wardoyo

SRAGEN-  Warga Desa Jurangjero,  Karangmalang digegerkan dengan aksi gantung diri seorang pelajar, Rabu (9/5/2018) petang. Nanda Arifani Saptian (17), siswa kelas XI di SMKN 2 Sragen itu ditemukan tewas gantung diri di rumah kakeknya,  Sahid (60) di Dukuh Jurangjero Kidul,  RT 16/5, Desa Jurangjero,  Karangmalang, Sragen.

Siswa Jurusan Permesinan itu ditemukan meregang nyawa menggantung di kamar mandi. Dia ditemukan sekira pukul 17.30 WIB oleh neneknya, Ny Pantes (60).

Informasi yang dihimpun di lapangan,  insiden gantung diri itu terungkap ketika korban baru pulang dari sekolah dan menuju rumah kakeknya.

Selama ini korban sebenarnya tinggal bersama orangtuanya di Dukuh Jurangjero Kidul RT 18/5, Jurangjero,  Karangmalang. Rumah orangtuanya dan kakeknya hanya berjarak beberapa ratus meter dan masih satu RW hanya beda RT.

Baca Juga :  Awas, Ini Deretan Penyakit Mematikan Yang Lagi Ngetren di Sragen. DKK Sebut Pola Makan Jadi Pemicu! 

Menurut keterangan kakek korban,  Sahid, sore itu,  cucunya pulang sekolah dan langsung ke rumahnya sekitar pukul 17.30 WIB. Korban memang sering singgah ke rumah kakeknya untuk sekadar menengok atau mandi.

Saat korban tiba,  kakek dan neneknya sedang menonton tivi di ruang tamu.

“Begitu markir motor,  korban langsung masuk dan menuju kamar mandi. Biasanya kadang kalau pulang juga mampir ke tempat mbahe dan mandi. Tapi sore tadi sudah hampir setengah jam (pukul 17.30 WIB) korban nggak keluar-keluar. Curigalah kakek dan neneknya, kemudian mengetuk pintu kamar mandi.  Karena nggak ada suara,  didobraklah pintu dan saat terbuka,  mereka langsung teriak lihat cucunya sudah meninggal gantung diri, ” papar Kapolsek Karangmalang,  AKP Mujiono mewakili Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman,  seusai memimpin evakuasi Rabu (9/5/2018) malam.

Baca Juga :  Bawakan Lagu "Kehilangan", Duet Kapolsek Sragen dan Kades Tegalrejo Pukau Pengunjung Alun-Alun Sragen
Kapolsek AKP Mujiono bersama tim medis melakukan identifikasi korban. Foto/Wardoyo

Kapolsek menguraikan tak lama setelah menerima laporan,  pihaknya dengan sigap langsung tiba di lokasi kejadian. Tim langsung melakukan melakukan identifikasi dan olah TKP.

Pelajar malang itu menggantung dengan tali pramuka yang ditambatkan di usuk kamar mandi.

“Semula saat diturunkan oleh warga,  korban ssmpat direbahkan ke ruang tamu karena badannya masih hangat dan diharapkan bisa tertolong. Namun ternyata sudah meninggal. Dari hasil visum dan olah TKP,  tidak ditemukan tanda kekerasan atau penganiayaan dan murni gantung diri, ” jelas Kapolsek.

Karena keluarga sudah menerima sebagai musibah,  jasad korban langsung diserahkan ke keluarga untuk disiapkan pemakaman. Mengenai pemicu aksi gantung diri pelajar itu, Kapolsek mengaku masih dalam penyelidikan.

Baca Juga :  Keren.. Naik Motor, Danrem Surakarta Bangga Lihat Hasil TMMD Sragen. Pesannya Dirawat Baik-baik! 

“Nggak ada masalah dengan keluarga. Di HP juga gak ada percakapan yang janggal atau mencurigakan. Makanya keluarga juga amat kaget dan terpukul, ” pungkas Kapolsek. Wardoyo

Loading...