loading...
Kapolres Karanganyar, AKBP Henik Maryanto saat menyerahkan santunan ke Mbah Suti, salah satu lansia di Dukuh Wates, Rabu (9/5/2018). Foto/Humas Res

KARANGANYAR- Menyambut Bulan Suci Ramadhan dan Hari Lansia yang jatuh pada tanggal 29 Mei mendatang, Pejuang Sosial Community (PSC) bersama Polres Karanganyar kembali mengadakan  Gerakan Peduli Lansia, Rabu (9/5/2018). Acara ini berlangsung di Dusun Wates, Desa Sedayu Kabupaten Karanganyar yang merupakan rintisan Kampung Lansia Binaan PSC.

Sebanyak 30 lansia mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis dan menerima bingkisan sembako.

“Ada 3 agenda yaitu pertama Posyandu Lansia berupa pemeriksaan gratis untuk lansia oleh DOKKES Polres Karanganyar, kedua Paket sembako untuk lansia dan ketiga Aksi Simpatik Peduli Mbah Suti sosok lansia tidak mampu yang hingga sekarang masih viral dimedia sosial,”ungkap Koordinator Kegiatan Marfuah Dwi Nuryati.

Dipilihnya Dusun Wates diharapkan menjadi pelopor gerakan bersama untuk peduli kepada lansia. Jumlah lansia didusun Wates ini terbilang cukup banyak, dengan masalah yang cukup komplek mulai dari ekonomi hingga soal terpenuhinya kebutuhan psikologis.

Baca Juga :  Lawan Virus Corona, Para Pemuda Kalongan RT 01 Matesih Lakukan Penyemprotan

Secara ekonomi mungkin saja mereka tercukupi, namun soal perhatian ini yang mungkin sering diabaikan mengingat anak mereka merantau ke kota. Namun adapula diantara lansia ini yang memang secara ekonomi jauh dari kata cukup, seperti yang dialami mbah Suti.

Nasib Mbah Suti ini hanya satu dari sekian banyak nasib lansia yang tidak beruntung.  Sebenarnya banyak program pemerintah, namun kadang untuk memberi bantuan terkendala dengan regulasi atau aturan. Misalnya saja status tanah sering menjadi faktor penghalang untuk memberikan bantuan.

Untuk itu kepada pemerintah ia berharap agar peringatan hari lansia ini menjadi momentum mewujudkan salah satu butir dalam pancasila, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Meskipun sudah tidak produktif, LANSIA juga berhak mendapatkan keadilan, adil secara lahir batin baik itu ekonomi maupun perhatian. Itu bisa dimulai dari mempermudah regulasi dan akses lansia mendapatkan bantuan.

Baca Juga :  19 Proyek DAK Beranggaran Rp 36 Miliar di Karanganyar Terancam Kandas, Tapi Proyek Masjid Raya Rp 101 Miliar Alhamdulillah Masih Tetap Jalan

“Saya menilai sebenarnya pemerintah daerah atau pemerintah desa mungkin sudah ada kemauan, namun kadang terkendala sejumlah aturan, itu yang harus dipangkas agar Lansia ini benar benar sejahtera,”tandasnya.

Dalam kesempatan itu,  Kapolres Karanganyar,  AKBP Henik Maryanto juga turut hadir menyampaikan kepeduliannya. Ia mengapresiasi positif kegiatan itu dan berharap terus dikembangkan jiwa kepedulian terhadap Lansia. Wardoyo