JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Kado Pahit Hardiknas di Karanganyar. Kesejahteraan Guru Honorer Memprihatinkan, Infrastruktur Pendidikan Butuh Pembenahan

Ilustrasi Demo K2
madu borneo
madu borneo
madu borneo

Ilustrasi Demo K2

KARANGANYAR- Kesejahteraan para guru, terutama  guru honorer masih menjadi sorotan dalam memperingati hari pendidikan nasional tahun 2018 ini. Anggota Komisi D DPRD Karanganyar, Sri Hartono, mengakui jika pendidikan di Karanganyar mengalami peningkatan.

Namun disisi lain, masih terdapat sejumlah catatan memprihatinkan yang membutuhkan perbaikan dan pembenahan.

Sejumlah catatan tersebut, menurut  Sri Hartono, diantaranya tingkat kesejahteraan para guru honorer. Dari hasil kunjungan ke daerah, lanjutnya, para tenaga honorer bidang pendidikan ini, masih perlu mendapatkan perhatian yang serius dari pemerintah kabupaten (Pemkab) Karanganyar.

“ Para tenaga honorer bidang pendidikan ini, harus menjadi perhatian serius Pemkab Karanganyar. Penghasilan yang mereka dapatkan, masih jauh dari yang diharapkan. Untuk itu, kami minta kepada pemkab Karanganyar, memperhatikan kesejahteraan mereka,” kata Sri Hartono, Rabu (02/05/2018).

Baca Juga :  Kabar Buruk, Dihantam Covid-19, Penerimaan APBD Karanganyar Tahun Depan Anjlok Rp 110 Miliar!

Selain kesejahteraan guru honorer, infrastruktur sekolah juga dinilai masih perlu perbaikan.

“ Kami masih menemukan sejumlah sekolah  atau ruang kelas yang masih tidak layak. Bahkkan masih ada fasilitas yang masih kurang, seperti laboratorium. Kami juga meminta kepada Pemkab Karanganyar agar segera dilengkapi,” ujarnya.

Sementara itu, ditemui usai upacara hari pendidikan nasional di alun-alun, Kepala Dinas Pendidikan nasional Karanganyar, Tarsa, mengatakan, sampai saat ini, Dinas pendidikan masih kekurangan guru PNS, terutama guru sekolah dasar (SD).

Baca Juga :  Satu Warga Karanganyar Kembali Meninggal Positif Terpapar Covid-19, Satunya Probabel. Total Sudah 133 Warga Meninggal Dunia, Jumlah Kasus Positif Capai 715

Untuk menutup kekurangan guru tersebut, menurut Tarsa, proses belajar mengajar, didukung oleh tenaga honorer.

“ Kita memang kekurangan tenaga guru, terutama untuk sekolah dasar. Untuk  menutup kekurangan tersebut, kita dibantu oleh tenaga honorer, meskipun homor yang mereka terima belum mencukupi,” katanya.

Pihaknyabterus berupaya agar untuk meningkatkan kesejahteraan para guru honorer ini, salah satunya dengan menganggarkan honor melalui APBD.

“ Kita terus berupaya meningkatkan kesejahteraan mereka,” jelasnya. Wardoyo