loading...

SOLO– Pemkot Solo berencana memulai pembangunan Masjid Taman Sriwedari setelah Lebaran 2018 nanti. Dalam rangka persiapan pembangunan masjid yang akan menelan dana Rp 180 miliar ini, Pemkot Solo akan menata akses keluar masuk Sriwedari, di antaranya pintu utama Taman Sriwedari akan segera ditutup.

Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Solo, Hasta Gunawan menjelaskan bahwa pembangunan Masjid Taman Sriwedari akan segera dilaksanakan. Menurutnya, pembangunan masjid yang diproyeksikan jadi ikon terbaru Kota Solo itu bakal berdampak terhadap akses keluar masuk pengunjung kawasan Sriwedari.

“Artinya, memang pintu masuk arah utara bakal ditutup. Akses ke dalam taman akan dialihkan ke selatan,” paparnya, Senin (28/5/2018).

Baca Juga :  Solo Siapkan Rumah Sakit Khusus untuk Tangani Pasien Covid-19

Ini tentunya berimbas bagi para pengunjung Gedung Wayang Orang (GWO) Sriwedari. Sehingga bagi para pengunjung GWO juga akan dialihkan dari pintu selatan.

Hasta menilai jika memang kondisi jalan di pintu selatan tak semulus jalan di pintu utara. Maka, ia mengaku akan segera berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Solo untuk segera memperbaiki akses itu.

Lebih jauh, Hasta menjamin adanya proyek pembangunan Masjid Taman Sriwedari Solo itu takkan mempengaruhi tingkat kunjungan di GWO Sriwedari.

Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Solo, Ahyani, menambahkan bila Pemkot Solo telah memiliki rencana membangun ulang GWO Sriwedari.
Ia mengklaim, GWO ini nantinya memiliki kualitas internasional tetapi tak kehilangan ruhnya sebagai tempat berkesenian yakni untuk pentas wayang orang.

Baca Juga :  Ditengah Pandemi Corona, Pengusaha Internet Bagi Sembako Untuk Warga Solo

“Pembangunan GWO dikerjakan tahun ini. Memakai pendanaan CSR,” urai dia.

www.tribunnews.com