JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Masyarakat Dilarang Menimbun Kebutuhan Pokok Karena Seperti  Ini Dampaknya

Ilustrasi/Tribunnews

JOGJA– Menjelang Ramadan biasanya menjadi masa-masa rawan bagi kestabilan stok maupun harga-harga kebutuhan bahan pokok.

Pleh karena itulah, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY berharap peran serta dari masyarakat, untuk turut menstabilkan harga kebutuhan pokok jelang Ramadan.

Satu di antaranya, dengan tidak melakukan penimbunan untuk dijual lagi saat puasa nanti.

Hal tersebut disampaikan Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Yogyakarta, Sri Fitriani, usai melangsungkan pemantauan harga komoditas pokok oleh TPID DIY di dua lokasi, yakni di Pasar Beringharjo, Yogyakarta dan Pasar Godean, Sleman, Rabu (9/5/2018).

Baca Juga :  Ingin Kembangkan Usaha Jualan Sayur, Pria Ini Malah Mendekam di Tahanan Polsek Sleman, Ini Kisahnya

Selain peringatan untuk tidak menimbun komoditas, dirinya juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terbawa arus panic buying.

Pasalnya, pemerintah telah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) kebutuhan pokok, sebagai upaya pengendalian harga.

“Bagi masyarakat, kalau beli secukupnya saja. Ini suapaya harga tidak naik terlalu tinggi. Di Pasar Beringharjo sudah ada toko Segoro Amarto yang memasang HET, lalu di Pasar Godean ada Toko Tani Indonesia Center (TTIC),” cetusnya.

Baca Juga :  Malioboro Bakal Dibebaskan dari Kendaraan Bermotor, Sejumlah Ruas Jalan Jadi Satu Arah

Fitriani mengungkapkan, meski mengalami beberapa kenaikan, harga kebutuhan pokok masih cenderung wajar.

Tambahnya, secara keseluruhan, harga sejumlah komoditas sampai sejauh ini bisa dikatakan masih lebih stabil, jika dibandingkan beberapa minggu sebelumnya.

“Kenaikan ini karena memang kebutuhan masyarakat bertambah. Akan terapi, bantuan sosial bagi masyarakat juga sudah mulai jalan,” ungkapnya. # Tribunnews