Beranda Daerah Jogja Meski Tenang Selama 3 Hari, Status Merapi Masih Tetap Waspada

Meski Tenang Selama 3 Hari, Status Merapi Masih Tetap Waspada

31
BAGIKAN
Iklan Baris Joglosemar News
Iluatrasi/Tribunnews

JOGJA – Kepala BPPTKG Yogyakarta Hanik Humaida menyatakan meski kondisi Gunung Merapi selama tiga hari lebih ini tidak menunjukkan aktivitas yang mencolok atau siginifikan dibanding sepekan sebelumnya, namun Gunung Merapi masih berstatus waspada.

Ditemui di kantornya pagi ini, Hanik menjelaskan, hembusan hembusan kecil masih terjadi.

Sejak tanggal 27 Mei hingga tadi pagi pukul 10.00 WIB, tercacat hembusan terjadi sebanyak dua kali dan guguran sebanyak lima kali.
Meskipun saat ini aktivitas Gunung Merapi disebut landai, namun status belum serta merta diturunkan.

Hanik menyebutkan, kemungkinan masih 50 persen status bisa saja turun dan bisa naik, tergantung aktivitas Gunung Merapi ke depan seperti apa.

Ia mencontohkan, status Waspada saat ini bisa saja berlangsung lama seperti pada tahun 2006 dan 2010.

Saat itu status waspada bahkan hingga satu bulan lebih.

“Kita akan lihat terus perkembangan data. Bisa saja status diturunkan bila tidak ada aktivitas yang signifikan dengan melihat berbagai parameter data pantauan, seperti kegempaan deformasi dan geokimia,” ujar Hanik, Senin (28/5/2018).

Berkaitan dengan kondisi Gunung Merapi saat ini yang sementara ini belum kembali menunjukkan aktivitas signifikan sehingga para pengungsi sudah kembali ke rumah masing masing, Hanik mengatakan, memang pada dasarnya, bila status masih waspada, belum perlu ada pengungsian.

Baca Juga :  Hingga Kamis, 14 Juni 2018,  Status Merapi Masih Waspada

Hanya saja bila memang masyarakat merasa lebih tenang lebih nyaman pihaknya tidak bisa mencegah pengungsian.

Meski demikian, Hanik menghimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap aktivitas Gunung Merapi.

“Tetap hati hati kesiapsiagaan masyarakat terus dilakukan. Sosialisasi dan update informasi terus dilakukan,” kata Hanik.

Hanik menambahkan, untuk data hasil analisis laboratorium terhadap sampel letusan pada tanggal 21 Mei 2018 kemarin belum ada tambahan. # Tribunnews