loading...
Tersangka bandar pil koplo Mojogedang Karanganyar yang dibekuk di Sragen berikut barang buktinya. Foto Kolase/Wardoyo

SRAGEN- Aksi bandar pil koplo ini benar-benar keterlaluan. Bayangkan, ia nekat mengantarkan ratusan pil ke rekannya tanpa pandang bulu dan lokasi.

Bandar bernama Abdul Latif alias Gosong (24) adal Dukuh Sidorejo RT 9/2, Munggur,  Mojogedang,  Karanganyar itu dipergoki saat hendak mengirimkan ratusan butir pil koplo kepada rekannya,  Ahmad Salasa (28) saat ini menjadi tahanan dan hendak menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Sragen, Rabu (16/5/2018) petang.

Walhasil,  Gosong pun dibuat gosong beneran karena kemudian langsung ditangkap ketika aksinya kepergok petugas.

Baca Juga :  Kenakan Kopiah Hitam, Pelaku Perusakan Hutan dan Pencuri Jati di Sukodono Sragen Digiring ke Penjara

Aksi pengungkapan percobaan penyelundupan ratusan butir koplo ke tahanan itu diungkapkan Kapolres Sragen,  AKBP Arif Budiman,  Kamis (17/5/2018). Ia mengungkapkan penangkapan Gosong bermula ketika tersangka diketahui sedang menjenguk atau besuk sekaligus menghadiri sidang Ahmad Salasa yang menjadi tersangka kasus kecelakaan di PN sragen,  Rabu (16/5/2018).

Gosong mengaku bahwa Ahmad adalah temannya. Saat Ahmad berada di ruang tahanan Pengadilan Negeri (PN) Sragen,  tersangka Gosong terlihat menghampiri. Saat itulah,  ia mencoba memberikan sebuah bungkusan kepada Ahmad yang ada di dalam sel.

Baca Juga :  Gempar Mayat Pria Ditemukan Tergeletak di Musala SPBU Masaran Sragen. Diduga Tewas Mendadak, Terdeteksi Asal Solo 

Rupanya hal itu tertangkap pandangan petugas. Seketika petugas langsung menghampiri dan meminta bungkusan plastik tadi.

“Ternyata setelah dicek petugas,  di dalam plastik ada bungkus rokok Gudang Garam yang di dalamnya berisi 200 butir pil koplo berlogo doubel L. Lalu barang bukti diamankan dan tersangka ditangkap untuk dibawa ke Mapolres Sragen, ” papar Kapolres.

Saat ini tersangka dan barang bukti diamankan untuk diproses hukum. Kapolres menambahkan tersangka bakal dijerat Pasal 197 jo 196 UU no 36/ 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. Wardoyo

Baca Juga :  DKK Sragen Terjunkan Tim Kroscek ke Puskesmas Tanon,  Oknum Dokter Galak Sampaikan Minta Maaf 

 


Loading...