Beranda Daerah Jogja Benar-benar Unik,  Padusan di Sungai Opak Ini Sembari Nangkap Bebek

Benar-benar Unik,  Padusan di Sungai Opak Ini Sembari Nangkap Bebek

68
BAGIKAN
Tribunnews

BANTUL – Tak seperti hari biasanya, pukul tiga, sore itu, warga masyarakat Wonokromo, Pleret, Bantul beramai-ramai memadati pinggiran sungai Opak di Taman Glugut.

Wajah-wajah mereka terlihat semringah.
Tak terkecuali Sumaryadi. Ia merupakan satu diantara 87 peserta yang tercatat mengikuti padusan di Sungai Opak Taman Glugut itu.

Menariknya, antusias warga Wonokromo ini bukan hanya sekadar mengikuti padusan, tradisi mandi sebelum berpuasa.

Namun, juga mengikuti ajang lomba tangkap puluhan bebek dan entok.

Bebek dan entok itu disebar oleh panitia di tengah sungai Opak dengan kedalaman 3 meter.

Bebek dan entok itu terlihat lincah menghindari warga yang hendak menangkapnya.

Tak ayal, tingkah lucu warga yang saling berebut bebek membuat kemeriahan sendiri bagi warga yang menonton di pinggir sungai.
Sorak-sorai dan tepuk tangan dari warga yang menonton terdengar riuh.

Bebek dan entok itu berenang gesit.
Alhasil, banyak warga yang gigit jari. Hanya mereka yang beruntung yang berhasil menangkapnya.

“Susah sekali nangkapnya. Bebek itu bisa berenang sambil terbang, kita akali sambil menyelam, tetapi ternyata ketika sudah dekat, bebek itu terbang,” ujar Sumaryadi, menceritakan pengalaman menangkap bebek di sungai Opak.

Meskipun dirinya merupakan tentara, terbiasa berenang puluhan kilometer, namun menghadapi bebek di sungai ia mengakui sempat kewalahan.

” Saya biasa tugas di pasukan khusus, pengalaman berenang 10 sampai 30 kilometer. Tapi ini ngos-ngosan,” ungkap dia, tersenyum, sembari mengatur nafasnya yang memburu.

Baca Juga :  Heboh Fenomena Asusila Bikin Resah Perempuan di Yogya. Ada Pria Nekat Keluarkan Alat Vital Tiap Ketemu Cewek Cantik

Usai mengikuti padusan sambil tangkap bebek, ia mengaku bahagia. Karena berhasil menangkap satu bebek.

Ia kemudian langsung menunjukan bebek tangkapannya.

Baginya, acara padusan yang disertai dengan kegiatan lomba ini merupakan terobosan kreatif sebagai pemersatu antar warga.

“Seru dan menghibur. Ini guyup rukunnya warga kampung Wonokromo. Ini bisa juga sebagai ajang pemersatu bangsa dan negara,” tuturnya.

Ke depan, ia berharap, panitia terus evaluasi dan kembangkan acara-acara serupa sebagai ajang promosi Taman Glugut ini.

Sementara itu, Panitia acara, Asep Taufik, mengatakan, tradisi padusan di Taman Glugut ini sebagai bagian dari suka cita masyarakat menyambut datangnya bulan suci ramadhan.

“Tujuannya adalah kebersamaan dalam rangka menyambut ramadhan dengan hati penuh suka cita,” terangnya.

Dengan adanya perlombaan memperebutkan bebek dan Mentok ini diharapkan dapat menjaga kebersamaan dan kerukunan antar warga.

“Menjaga Kerukunan dan ajang sportivitas. Harapannya nanti warga bisa melaksanakan ibadah puasa dengan bahagia dan sportif,” katanya. # Tribunnews