loading...
Loading...
Anggota Polsek Tirtomoyo memantau harga pangan di Pasar Tirtomoyo, Wonogiri

WONOGIRI-Sebanyak 13 dusun miskin di 13 desa yang tersebar 13 Kecamatan di Wonogiri menjadi sasaran lokasi pasar murah Lebaran tahun ini.

Ketigabelas dusun itu bakal digelontor sembako khususnya beras dan telur  murah.

Bupati Wonogiri Joko Sutopo telah memerintahkan Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Guruh Santoso bersama tim gabungan untuk mencari lokasi dusun terpencil dengan populasi warga miskin mayoritas untuk lokasi pasar murah. Saat ini telah dipetakan sebanyak 13 dusun.

Guruh Santoso, Selasa (29/5/2018) menyebutkan, pasar murah itu akan digelar mulai Senin (4/6/2018) mendatang.

Baca Juga :  Saat Ditemukan Meninggal, Anggota DPRD Sragen Sugimin Masih Kenakan Seragam Partai. Mobil dan HP Dilaporkan Hilang

“Bupati menggariskan sasaran pasar murah adalah warga yang betul-betul kurang mampu. Tujuannya agar mereka bisa ikut bersuka cita merayakan Lebaran,” kata dia.

Menurut dia, bupati secara pribadi siap memberi subsidi harga beras sekitar Rp 4.500 per kilo, harga telur ayam disubsidi bupati Rp 300, perbutir. Artinya, beras yang dipasaran umum biasa dijual Rp 10.500 per kilo di pasar murah hanya dijual Rp 6.000 perkilo.

Baca Juga :  Gawat, Wonogiri Kekurangan 30 Ribu Surat Suara. Padahal Hari H Pemilu Tak Sampai Sepekan Lagi

Sedangkan telur dijual Rp 1.000, per butir. Dimana di pasar umum harga telur saat ini sekitar Rp 1.300, per butir.

Dia menjelaskan, untuk memenuhi kebutuhan warga miskin di 13 titik itu panitia pasar murah Pemkab Wonogiri menyiapkan 20 ton beras dan sekitar tiga ton telur. Disamping itu, lanjut dia,  Dinas Kelautan Peternakan Perikanan (DKPP) Wonogiri akan menyiapkan lele segar yang dijual dengan harga Rp 3000-4000 per kilo.

“Jika nanti ternyata animo warga atas pasar murah sangat besar sehingga dagangan habis bisa ditambah lagi,” tandas dia. Aris Arianto

Baca Juga :  Patroli Subuh Polres Wonogiri Menjelang Pemilu 2019. Ternyata Ini To Tujuannya
Loading...