loading...
Loading...
Peringatan Hari Buruh di Sragen yang dimeriahkan pengajian bareng di Alun-alun Sragen, Selasa (1/5/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Momentum Hari Buruh 1 Mei 2018 yang dirayakan tanpa ada aksi unjuk rasa bahkan diadakan pengajian,  mendapat apresiasi dari Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati.

Pada kesempatan menghadiri acara Buruh dan Polres Sragen Ngaji Bareng Habib Novel di Alun-Alun, Selasa (1/5/2018), Yuni juga mengajak para pekerja agar tidak hanya menuntut peningkatan kesejahteraan.

Sebaliknya,  dia berharap agar kalangan buruh juga perlu meningkatkan skill sehingga produktivitas juga meningkat.

“Saat ini produktivitas kita masih di bawah beberapa negara tetangga. Kondisi ini karena pendidikan angkatan kerja kita masih didominasi alumnus SMP. Ini tentu menjadi pekerjaan rumah kita untuk cari solusi,” katanya kepada wartawan usai kegiatan.

Baca Juga :  Babak Baru Kasus Penyimpangan Komputer SID 196 Desa di Sragen. Kejari Periksa 2 Rekanan Penyuplai Komputer!

Terkait agenda buruh ngaji bareng di peringatan Hari Buruh,  menurut Yuni hal itu sangat bagus. Ia bahkan berharap agenda serupa bisa digelar tahun depan. “Saat di daerah lain teman-teman buruh berunjuk rasa, di Sragen justru duduk ngaji bersama,” ucapnya.

Agenda Buruh dan Polres Sragen Ngaji Bareng Habib Novel itu diprakarsai Kapolres Sragen,  AKBP Arif Budiman. Menurut Kapolres,  agenda ngaji itu digagas untuk membudayakan bahwa peringatan hari buruh bisa diperingati sscara positif.

Baca Juga :  Kesaksian Warga Saat Detik-detik Hujan Es dan Angin Dahsyat Yang Porak Porandakan Mondokan Sragen 

Lewat pengajian juga dinilai bisa menjadi wahana siraman rohani bagi buruh termasuk masyarakat yang ikut hadir.

Sementara, Habib Novel dalam tausiyahnya mengajak umat agar tak terlalu banyak berpikir. Sebab terkadang apa yang terjadi atau menimpa kita sudah menjadi suratan dari langit.

“Berpikir cari solusi boleh, tapi jangan terlalu banyak mikir,” ujar dia.

Novel mengapresiasi inisiasi Polres Sragen yang berani menggelar pengajian di momentum Hari Buruh. Sebab selama ini momentum Hari Buruh dipandang sebagian orang selalu heboh dan terkesan menakutkan.

“Sragen memberikan contoh positif, dan patut dicontoh oleh daerah-daerah lain. Polisi, buruh, TNI, Polri, duduk bareng, ngaji, cari ilmu bareng. Allah SWT pilihan kami untuk mencurahkan segala keluh kesah,” imbuh dia. Wardoyo

Baca Juga :  Heboh Kalender Prabowo-Sandi Berlogo Pemkab Beredar di Sragen. Pemkab Berang, Sekda Langsung Lapor Bawaslu 

Loading...