loading...

Ribuan warga PSHT tingkat satu saat mengikuti tes kenaikan sabuk sekaligus deklarasi anti terorisme dan narkoba di Stadion Taruna Sragen, Minggu (13/5/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Rentetan aksi terorisme yang melanda sejumlah wilayah beberapa hari terakhir,  memantik keprihatinan dari perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun. Ketua Koordinator PSHT Pusat Madiun Wilayah Jateng, Sapto Yohanis pun menyerukan bahwa PSHT menolak keras aksi terorisme dan akan setia menjaga NKRI sebagai harga mati.

Sikap itu ditunjukkan dalam deklarasi menolak segala bentuk terorisme yang digelar di Stadion Taruna Sragen,  Minggu (13/5/2018). Deklarasi dilakukan bersamaan dengan kegiatan pelantikan kenaikan sabuk warga PSHT Sragen yang berjumlah sekitar 1.355 orang.

“Melihat situasi negara sudah darurat terorisme dan narkoba,  makanya karena yang kita lantik itu warga tingkat satu yang notabene para remaja dan pemuda, mereka kita ajak berikrar menolak terorisme dan NKRI harga mati, ” paparnya seusai kegiatan.

Sapto menguraikan sikap anti terorisme juga selaras dengan nafas PSHT. Di mana menurutnya sejak awal didirikan,  warga PSHT memang sudah dididik memiliki budi pekerti luhur dan menghindari kekerasan.

Ia menyebut pendiri PSHT yakni Eyang Harjo Utono sendiri merupakan salah satu pejuang yang mengedepankan jiwa persaudaraan dan NKRI.

“Piagam pejuangnya juga ada. Karenanya sebenarnya sscara otomatis warga PSHT generasi penerusnya harus memiliki jiwa itu meski tanpa dikomando. Apalagi situasi seperti ini tambah semangat, ” tegasnya.

Deklarasi tolak terorisme dan setia NKRI oleh ribuan pendekar PSHT Sragen di Stadion Taruna, Minggu (13/5/2018). Foto/Wardoyo
Loading...

Ia juga menyerukan kepada seluruh warga PSHT di Indonesia untuk senantiasa mengedepankan guyub rukun dan menonjolkan persaudaraan. Ia tak ingin,  latihan PSHT hanya dicap gelutan saja.

“PSHT itu mendidik warga agar memiliki budi pekerti luhur. Tahu mana yang benar mana yang salah. Makanya tolong hindari bentrok fisik. Jangan sampai terjadi keributan,  main keroyokan. Tapi kedepankan rasa persaudaraan. Tahun politik kita ciptakan suasana kondusif, ” tandasnya.

Ketua PSHT Cabang Sragen,  Jumadi juga menegaskan selama ini cabang sudah senantiasa menekankan kepada semua anggota untuk menghindari kekerasan dan mengedepankan persaudaraan. Imbauan itu juga terus disampaikan setiap acara serasehan yang dilakukan rutin oleh cabang. Wardoyo

Loading...