loading...


Tiga kasus gantung diri yang terjadi secara bersamaan di Sragen Sabtu (5/5/2018). Foto Kolase/Wardoyo

SRAGEN- Fenomena miris kembali terjadi di Sragen. Dalam sehari Sabtu (5/5/2018), tiga warga ditemukan tewas bunuh diri dengan modus yang sama yakni gantung diri.

Kasus pertama dilakukan tamu Hotel Palma Sragen,  Sulistyono Priambodo (39). Pria muda asal Cilacap itu ditemukan tewas menggantung dengan sarung bantal yang diikatkan di atas jendela kamar No 1 A tempatnya menginap sekira pukul 15.00 WIB.

Selang satu jam, kasus serupa juga terjadi Desa Jurangjero,  Karangmalang. Seorang pria paruh baya,  Timin (55) warga Dukuh Pucung RT 23, ditemukan tewas gantung diri dengan jilbab di rumahnya.

Tak cukup sampai di situ, tak lama berselang, kabat gantung diri juga datang dari Desa Blangu, Gesi. Kakek berusia 75 tahun,  Tukiran juga ditemukan meregang nyawa dengan cara menggantung menggunakan tali senar di blandar rumahnya.

Ada beberapa fakta menarik yang mengiringi tiga kasus gantung diri dalam seharian itu.

Baca Juga :  Komplotan Pencuri Diesel Marak di Sragen. Sasar Persawahan, Gasak Diesel Milik Kelompok Tani Sukodono 

1. Kejadian Beruntun Hanya Selang Satu Jam

Tiga kasus gantung diri yang terjadi Sabtu (5/5/2018) menghadirkan fakta menarik. Entah kebetulan atau tidak,  faktanya aksi gantung diri itu dilakukan secara beruntun dengan selang satu jam.

Sulis ditemukan pukul 15.00 WIB,  Timin dipergoki anaknya pukul 16.00 WIB dan Tukiran Jug menyusul ditemukan menggantung pukul 17.15 WIB.

2. Pemicunya Sama-Sama Depresi

Dari tiga kasus gantung diri beruntun itu,  juga menarik berang merah penyebab yang hampir sama. Dua kasus gantung diri yakni Timin asal Karangmalang dan Tukiran asal Gesi diketahui memiliki penyebab yang sama,  yakni depresi.

“Korban depresi karena sakit menahunnya tak kunjung sembuh. Dia sudah pernah dua kali mencoba bunuh diri tapi gagal, ” papar Kapolsek Karangmalang,  AKP Mujiono,  Minggu (6/5/2018).

Sementara,  untuk kasus Sulis yang ngamar di Hotel Palma Sragen masih dalam penyelidikan. Namun dugaan sementara,  korban juga depresi meski pemicu utamanya masih dalam penyelidikan.

Baca Juga :  Begal Necis Beraksi di Gesi Sragen. Satu Bocah SD Bawa Motor Jadi Korban

3. Mengeluarkan Air Mani

Fakta ketiga yang terungkap dalam kejadian bunuh diri beruntun itu adalah ketiga korban sama-sama ditemukan mengeluarkan sperma atau air mani.

Dari hasil pemeriksaan polisi,  air mani dari kemaluan itu memang menunjukkan ciri-ciri korban meninggal gantung diri.

Kapolres Sragen,  AKBP Arif Budiman melalui Kapolsek Karangmalang,  AKP Mujiono mengatakan dari hasil olah TKP dan identifikasi,  tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan.

“Ciri bahwa korban meninggal karena gantung diri itu memang diantaranya keluar air mani pada kemaluan korban, ada bekas jeratan pada leher korban. Dan di tiga korban semuanya menunjukkan ciri-ciri tersebut, ” ujar Kapolres Sragen,  AKBP Arif Budiman Minggu (6/5/2018)

4. Kerabat Korban Menolak Otopsi

Dari peristiwa gantung diri tersebut,  kerabat dua korban Timin dan Tukiran juga sama-sama meminta tidak dilakukan otopsi pada jenasah mereka. Kerabat menolak lantaran sudah mengikhlaskan dan menerima insiden itu sebagai musibah.

Baca Juga :  Angkat Seni Khas Sragenan, Puluhan Seniman Sragen Bersatu Hibur Ribuan Warga Bumi Sukowati

Sementara untuk kasus Sulis asal Cilacap,  Kapolsek Sragen Kota AKP Suseno mengatakan masih menunggu pihak keluarga karena tadi malam belum bisa dihubungi.

Ya,  terlepas dari entah kebetulan bersamaan waktunya, fenomena aksi gantung diri secara beruntun dalam sehari itu mengundang keprihatinan. Pasalnya rentetan kasus bunuh diri baik dengan cara menggantung,  minum racun atau mencebur ke sumur,  sudah berulangkali terjadi di Sragen. Wardoyo

 

Loading...