loading...


Ketua Koordinator PSHT Pusat Madiun Wilayah Jateng, Sapto Yohanis (kanan) didampingi Ketua PSHT Cabang Sragen, Jumbadi (kiri) dan Dewan Pertimbangan PSHT Cabang Sragen, Edi Indrianto. Foto/Wardoyo

SRAGEN- Teka-teki soal munculnya dualisme kepengurusan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Sragen, akhirnya terjawab. Pengurus Pusat PSHT Madiun Korwil Jateng,  Sapto Yohanis menegaskan bahwa Ketua PSHT Madiun Cabang Sragen tetap dijabat Jumbadi dan tidak ada Pergantian Antar Waktu (PAW).

“Jadi PSHT asli yang menginduk PHST Pusat Madiun ya Ketuanya Cabang Sragen tetap Pak Jumbadi, ” paparnya usai menghadiri ujian kenaikan tingkat warga PSHT tingkat satu di Sragen,  Minggu (13/5/2018).

Senada,  Ketua Dewan Pertimbangan PSHT Madiun Cabang Sragen,  Edi Indrianto menegaskan kepengurusan PSHT yang diketuai Surtono dan dilantik Muhammad Taufiq pada 6 Mei 2018 lalu, bukan bagian dari organisasi PSHT Cabang Sragen Pusat Madiun.

Ia sekaligus meluruskan bahwa kubu yang dipimpin Surtono dengan bahasa Ketua PAW, itu mengikuti PSHT yang berpusat di Jogja Jakarta (JJ). Sehingga ia menegaskan jika sampai saat ini kepemimpinan PSHT Cabang Sragen Pusat Madiun tetap bertahan dengan Ketua Jumadi dan dirinya sebagai Dewan Pertimbangan.

Baca Juga :  Ratusan Penyandang Disabilitas Sragen Gelar Pawai. Ada 3.000 Masuk Usia Produktif, Berharap Perhatian Lebih Dari Pemkab 

“Jadi sampai detik ini tidak ada istilah kita di-PAW. Mekanisme PAW itu tidak diatur dalam AD/ART PSHT Pusat Madiun. Sekali lagi kami tegaskan,  kepemimpinan Mas Jumbadi dan saya itu masa bhaktinya sampai 2020. Kalau dikatakan ketua di-PAW,  siapa yang mem-PAW kami. Dan sampai sekarang kami enggak menerima surat apapun dari pusat. Karena memang mekanisme PAW itu enggak ada. Ini yang perlu kami luruskan, ” papar Edi.

Terkait bendera PSHT yang diketuai Surtono, menurutnya mereka berkiblat pada PSHT JJ yang diketuai Muh Taufiq. Namun PSHT itu tidak berpusat di Madiun akan tetapi di Jogja dan Jakarta.

“Jadi beda. Dia tetap mempertahankan parluh (parepatan luhur) 2016 dengan segala aspek konsekuensinya,  sementara di Cabang Sragen yang kita pimpin ini berpusat di Madiun dan menggunakan Parluh 2017 di Madiun, ” terang Edi.

Baca Juga :  PDAM Sragen Buka Pendaftaran Sambungan Murah, Biaya Hanya Rp 507.000. Ditutup 15 Desember, Ini Syarat-Syaratnya! 

Kendati Surtono sudah mengklaim merupakan Ketua PAW PSHT Sragen,  Edi memandang hal itu sama sekali tak berpengaruh pada PSHT sah yang dipimpin Jumbadi dan dirinya.

Tetap Solid

Menurutnya meski beda haluan,  ia menilai kubu Surtono masih dalam satu koridor saudara dan sama-sama keluarga besar PSHT. Ia juga menampik rumor PSHT Sragen pecah jadi dua kubu.

“Tidak ada pecah,  hanya beda kegiatan dan konteks organisasinya saja. Mereka menginduk JJ,  kami menginduk pada PSHT pusat Madiun. Kalau pasedulurannya tetap, karena sama-sama keluarga besar PSHT. Kalau PSHT Pusat Madiun itu Ketuanya Mas R Moerjoko,” urainya.

Ribuan warga PSHT tingkat satu saat mengikuti tes kenaikan sabuk sekaligus deklarasi anti terorisme dan narkoba di Stadion Taruna Sragen, Minggu (13/5/2018). Foto/Wardoyo

Soal jumlah anggota,  Edi menyampaikan secara data organisasi,  jumlah anggota PSHT Cabang Sragen Pusat Madiun saat ini keseluruhan mencapai 60.000. Ihwal kubu Surtono saat dilantik menyampaikan anggota PSHT Sragen juga sebanyak itu,  menurut Edi klaim itu boleh-boleh saja. Namun ia menegaskan yang membuktikan adalah fakta di lapangan.

Baca Juga :  Komite dan Warga Sidoharjo Resah Lapangan SMPN 2 Diduga Dirombak Jadi Sawah dan Dijual Secara Diam-diam. Desak Dinas Segera Turun Tangan

“Dia mengklaim boleh-boleh saja. Mungkin siswa yang kenaikan tingkat hari ini diklaim juga,  ya monggo-monggo saja. Tetapi yang membuktikan adalah lapangan.  Bahwa kita betul-betul didukung 16 ranting di 16 kecamatan. Loyalitas pengurus ranting terhadap kami masih solid. Dari 20 kecamatan,  hanya empat ranting yang kemarin diambil mereka. Biar saja,  nanti secepatnya akan kami tarik dan kami bina kembali, ” tandasnya. Wardoyo

 

Loading...