Beranda Daerah Jogja Tak Menggubris Diperingatkan Tim SAR,  5 Pelajar Asal Sleman Ini Tergulung Ombak,...

Tak Menggubris Diperingatkan Tim SAR,  5 Pelajar Asal Sleman Ini Tergulung Ombak, 1 Tewas

78
BAGIKAN
Ilustrasi/Tribunnews

GUNUNGKIDUL – Bermaksud menikmati liburan ke pantai, lima orang pelajar asal Sleman ini malah tergulung ombak di Pantai Ngandong, Desa Tepus, Kecamatan Tepus, Selasa (1/5/2018). Akibat kejadian ini, satu korban meninggal dunia.

Korban meninggal dunia atas nama Muh Koyim Autad (17) warga Sangonan, Minggir, Sleman. Sementara empat orang korban selamat adalah Maulana Ahmad Adi Triyadi (17), warga abahan Sumber Adi, Muhamad Ilham Khusnul (17), warga Sampakan, Sayegan, Raihan Aulia (17), warga Medari Kecil dan Muhamad Sarif (16), warga Sampakan Sayegan, semuanya dari Kabupaten Sleman.

Kejadiaan nahas itu berawal ketika rombongan yang berjumlah 23 orang pergi ke pantai Ngandong dengan menggunakan sepeda motor. Tiba di lokasi, satu persatu mereka menceburkan diri ke air laut.

Sebenarnya petugas SAR telah memonitor pergerakan para anak baru gede (ABG) tersebut. Namun, imbauan dari petugas SAR tidak mereka dengarkan, begitu juga imbauan dari masyarakat sekitar.

Sekitar pukul 12.20, tiba-tiba ombak setinggi 2 meter menghantam kelima korban dan menyeretnya ke tengah laut. Para korban berusaha menyelamatkan satu sama lain. Namun karenakan panik membuat situasinya menjadi buruk. Regu penyelamat langsung melakukan upaya penyelamatan.

“Empat korban berhasil kami evakuasi, namun satu korban sempat menghilang,” terang Sekretaris SAR Korwil II Baron, Surisdiyanto.

Petugas kemudian disebar melakukan upaya penyisiran di titik akhir hilangnya korban tenggelam. Sekitar 20 menit kemudian upaya pencarian membuahkan hasil.

Baca Juga :  Mau Belajar Bikin Bakpia secara Gratis? Di Toko Bakpia Soemodigdo Jogja ini Lho Tempatnya

Sakim yang saat itu berhasil menemukan Muh Koyim Autad, dengan sigap menyelam ke laut untuk mengevakuasi korban, ia menyelam tanpa menggunakan tabung oksigen. Ia dapat menyeret korban ke perahu, sayangnya tidak lagi bernafas saat dievakuasi Sakim beserta tim SAR.

“Saat saya evakuasi sudah lemas, saat sampainya di pinggir korban telah dinyatakan tewas,” terang Sakim.

Sementara itu Ketua Tim SAR Korwil II Baron Marjono mengatakan, kondisi gelombang saat itu mencapai 2-2,5 meter. Memang sekarang gelombang sudah landai dibanding beberapa waktu lalu, tetapi wisatawan harus tetap berhati-hati. Sebelum kejadian pihaknya telah memberikan peringatan kepada wisatawan.

“Kami mengimbau kepada para wisatawan agar tetap waspada karena gelombang dapat berubah sewaktu waktu,” tutup Marjono.

www.tribunnews.com