loading...

Tribunnews

JOGJA  – Perjalanan mudik melalui jalur darat menggunakan kendaraan pribadi terasa lebih menyenangkan bila menyempatkan singgah sejenak ke destinasi wisata yang kebetulan dilewati.

Satu di antara destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi dan berada di jalur mudik adalah Punthuk Setumbu dan Gereja Ayam.

Dua objek wisata ini terletak satu kawasan di wilayah Karangrejo Borobudur Magelang Jawa Tengah. Untuk mencapai lokasi wisata yang belakangan makin terkenal karena muncul dalam beberapa adegan film Ada Apa Dengan Cinta 2 ini, bisa menggunakan fasilitas google melalui teknologi GPS.

Bila hendak menikmati sunrise atau matahari terbit di Punthuk Setumbu, sebaiknya sudah tiba di lokasi sebelum pukul 05.00 WIB.

Dari spot ini, bila cuaca bersahabat, pengunjung bisa menyaksikan keindahan sunrise dengan latar depan Candi Borobudur.

Sembari menunggu sunrise muncul, pengunjung bisa terlebih dahulu berswafoto dengan latar belakang perbukitan yang indah diselimuti kabut pagi di sebelah timur. Di sini disediakan beberapa spot berfoto ria.

Loading...

Untuk mencapai spot utama menikmati sunrise, pengunjung harus menaiki tangga dengan jarak kurang lebih 200 meter.

Bila sering berolahraga, rasanya tracking dengan jarak seperti ini tak terlalu berarti.  Di spot utama ini, memiliki area cukup luas sehingga memungkinkan ratusan orang untuk bersama sama menikmati sunrise.

Tiket masuk saat ini dibanderol Rp 15.000 untuk setiap pengunjung. Fasilitas pendukung juga sudah lengkap, mulai dari lahan parkir, tempat ibadah dan toilet.

Pilihan menikmati sunrise selain di Punthuk Setumbu adalah di bukit Rhema atau lebih dikenal sebagai Gereja Ayam. Jaraknya dari Punthuk Setumbu hanya sekitar 1 kilometer.

Bila dilihat dari Punthuk Setumbu Gereja ini juga terlihat jelas lantaran posisi di bawah Punthuk Setumbu. Sejak kemunculan di Film Ada Apa Dengan Cinta 2, Gereja Ayam menjadi destinasi wisata yang tak pernah sepi.

Di bagian paling atas, tepatnya di bagian bangunan yang berbentuk kepala burung ini pengunjung bisa menikmati sunrise juga.

Hanya saja lantaran tak terlalu luas, hanya bisa menampung sekitar 8 hingga 10 orang, pengunjung harus rela antri bergantian untuk bisa berfoto-foto di atas.

Bangunan yang terlanjur dikenal sebagai Gereja Ayam ini menurut pengelola setempat, saat ini menjadi tempat berdoa semua agama.

Di bagian gereja yang dibangun oleh Daniel Alamsyah pada awal 1990 an ini, selain ruang utama untuk berdoa juga disediakan semacam kafe di lantai tiga yang memiliki pemandangan landscape yang menawan.

Setelah puas berkeliling menikmati arsitektur bangunan dan berfoto ria, pengunjung diberikan cinderamata berupa makanan keripik hasil olahan masyarakat setempat dengan menunjukkan tiket masuk.

Untuk sampai di bangunan geraja ini, dari tempat parkir, pengunjung mesti menaiki anak tangga yang cukup curam.

Meski hanya berjarak sekitar 200 anak meter, bila tak biasa naik anak tangga seperti ini, cukup membuat ngos ngosan.

Jangan khawatir, pengelola menyediakan fasilitas Jeep untuk mengantar para pengunjung naik dan turun dengan sekali trip hanya Rp 7.000 saja.  

www.tribunnews.com

Loading...