JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Dipindah Dari Alun-alun Sragen, PKL di Stadion Taruna Mulai Ribut. Banyak Pedagang Ngeyel dan Melanggar… 

Kondisi stan permainan di Stadion Taruna yang dikeluhkan agak sepi. Foto/Wardoyo
Kondisi stan permainan di Stadion Taruna yang dikeluhkan agak sepi. Foto/Wardoyo

SRAGEN- Baru beberapa hari berpindah ke Stadion Taruna,  sejumlah pedagang eks Alun-alun mulai dilanda keresahan. Ulah sejumlah pedagang mainan dan makanan yang nekat menabrak aturan,  membuat suasana pedagang di Taruna mulai ribut.

“Pusing saya Mas. Awalnya pada manut,  tapi beberapa hari kemudian sudah mulai melanggar. Yang stand mainan ada yang nambah jenis mainannya, padahal aturannya hanya satu jenis mainan saja. Akhirnya do ribut sendiri,” ujar Ny Amad, salah satu pedagang makanan di Stadion Taruna bagian selatan kepada wartawan,  Sabtu (9/6/2018).

Tak hanya itu, sejumlah pemilik stand mainan juga belakangan mulai nyambi jualan makanan. Hal ini juga memicu protes dari pedagang makanan.

Baca Juga :  Catat, Mulai 26 September Wabup Sragen Bakal Naik Jadi Plt Bupati. Bupati Yuni Bakal Tinggalkan Rumah Dinas Mulai Jumat Malam dan Kembali ke Dayu Park

Lantas pedagang di sisi timur yang agak gelap dan sepi, banyak mengeluh. Akhirnya mereka juga sebagian berontak dan nekat maju ke area depan dekat parkir.

Ulah ini juga memicu protes dan ketegangan antar sesama pedagang. Padahal sebelumnya sudah ada pembagian petak jualan dan sudah disepakati bersama oleh pedagang.

“Kami sudah bilang paguyuban tapi juga bilangnya bingung mengatasi pedagang yang ngeyel. Harapan kami Pemkab bisa turun tangan karena kalau dibiarkan bisa memicu antar pedagang. Sudah jualannya sepi,  kisruh terus, ” timpal pedagang makanan di sisi tengah selatan yang enggan disebut namanya.

Baca Juga :  Kuasa Hukum Bos Investasi Rangrang CV MSB Sragen Akui Tunggakan Yang Belum Dibayar ke Mitra Masih Rp 1,5 Trilyun. Perputaran Uangnya Capai Rp 101 Trilyun?

Seperti diberitakan,  ratusan pedagang Alun-alun resmi dipindah ke Taruna melalui prosesi boyongan pada 27 Mei 2018 lalu. Boyongan dipimpin langsung bupati dan wabup.

Bupati menyampaikan pemindahan pedagang itu dilakukan untuk membersihkan Alun-alun dari pedagang dan menatanya lebih baik.

Sementara sekitaran Taruna sendiri direhab dengan anggaran Rp 750 juta. Namun sejumlah pedagang menyebut lokasi belum begitu menunjang sehingga pendapatan mereka anjlok akibat sepinya pengunjung. Wardoyo