loading...
Loading...
Kondisi stan permainan di Stadion Taruna yang dikeluhkan agak sepi. Foto/Wardoyo

SRAGEN- Baru beberapa hari berpindah ke Stadion Taruna,  sejumlah pedagang eks Alun-alun mulai dilanda keresahan. Ulah sejumlah pedagang mainan dan makanan yang nekat menabrak aturan,  membuat suasana pedagang di Taruna mulai ribut.

“Pusing saya Mas. Awalnya pada manut,  tapi beberapa hari kemudian sudah mulai melanggar. Yang stand mainan ada yang nambah jenis mainannya, padahal aturannya hanya satu jenis mainan saja. Akhirnya do ribut sendiri,” ujar Ny Amad, salah satu pedagang makanan di Stadion Taruna bagian selatan kepada wartawan,  Sabtu (9/6/2018).

Baca Juga :  3 Kali Ganti Kajari, Kasus Dugaan Penyimpangan Komputer SID Sragen Senilai Rp 3,9 Miliar Makin Tak Jelas. Pelapor Siap Bawa ke Kejagung! 

Tak hanya itu, sejumlah pemilik stand mainan juga belakangan mulai nyambi jualan makanan. Hal ini juga memicu protes dari pedagang makanan.

Lantas pedagang di sisi timur yang agak gelap dan sepi, banyak mengeluh. Akhirnya mereka juga sebagian berontak dan nekat maju ke area depan dekat parkir.

Ulah ini juga memicu protes dan ketegangan antar sesama pedagang. Padahal sebelumnya sudah ada pembagian petak jualan dan sudah disepakati bersama oleh pedagang.

Baca Juga :  AIDS Renggut 116 Nyawa di Sragen, KPA Jamin Ketersediaan Obat dan Layanan Tes HIV di Puskesmas 

“Kami sudah bilang paguyuban tapi juga bilangnya bingung mengatasi pedagang yang ngeyel. Harapan kami Pemkab bisa turun tangan karena kalau dibiarkan bisa memicu antar pedagang. Sudah jualannya sepi,  kisruh terus, ” timpal pedagang makanan di sisi tengah selatan yang enggan disebut namanya.

Seperti diberitakan,  ratusan pedagang Alun-alun resmi dipindah ke Taruna melalui prosesi boyongan pada 27 Mei 2018 lalu. Boyongan dipimpin langsung bupati dan wabup.

Baca Juga :  Polisi Temukan Barang-Barang Ini di Kamar Pengunjung Yang Tewas Saat Ritual Ngamar di Gunung Kemukus

Bupati menyampaikan pemindahan pedagang itu dilakukan untuk membersihkan Alun-alun dari pedagang dan menatanya lebih baik.

Sementara sekitaran Taruna sendiri direhab dengan anggaran Rp 750 juta. Namun sejumlah pedagang menyebut lokasi belum begitu menunjang sehingga pendapatan mereka anjlok akibat sepinya pengunjung. Wardoyo

 

Iklan
Loading...