JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Geger Penangkapan Kawanan Debt Collector di Dadapan Sragen. Sempat Diduga Perampok, Ditangkap Rame-rame Saat Satroni Mobil di Garasi

Dua pria tanpa identitas yang mengaku debt collector dan diamankan warga Dadapan, Tanon saat menyelinap masuk ke rumah pengusaha, Kamis (28/6/2018) malam. Foto/Wardoyo

 

 

Dua pria tanpa identitas yang mengaku debt collector dan diamankan warga Dadapan, Tanon saat menyelinap masuk ke rumah pengusaha, Kamis (28/6/2018) malam. Foto/Wardoyo

SRAGEN- Warga di Desa Padas, Kecamatan Tanon dibuat gempar dengan aksi segerombolan orang tak dikenal yang menyatroni rumah pengusaha di Dukuh Dadapan, Padas, Agus Supriyanto (38) Kamis (28/6/2018) petang. Dua orang berhasil diamankan sedangkan yang lainnya kabur saat dipergoki pemilik rumah dan warga.

Kedua pria tak dikenal yang mengaku debt collector (juru tagih)  itu diamankan paksa saat menyelinap ke garasi rumah pengusaha asal Dukuh Dadapan RT 3 tersebut. Keduanya ditangkap rame-rame oleh warga yang menduga mereka adalah kawanan perampok.

“Awalnya beberapa orang itu siangnya sudah diketahui jajan di warung HIK dekat rumah Mas Agus. Ada yang sempat melihat mereka sempat main HP. Lalu sekitar pukul 18.15 WIB habis adzan magrib, ada satu orang yang tiba-tiba masuk ke garasi mobil Mas Agus yang kebetulan di dalamnya banyak mobilnya. Saat itu, diketahui istrinya Mad Agus dan ditanya tapi nggak bisa njawab.  Yang lainnya pada lari,  ada juga yang bawa mobil. Akhirnya istri Mas Agus teriak dan warga berdatangan, ” ujar Irwanto (38), salah satu tokoh Dadapan yang kebetulan tinggal di dekat lokasi kejadian.

Baca Juga :  Klaster Meluas 6 Pasien Positif Covid-19 Sragen Tulari 8 Orang, 2 Warga Positif Setelah Perjalanan dari Purwokerto dan Boyolali. Berikut Daftar 10 Pasien Positif dan 47 Sembuh Hari Ini!

Karena terkepung warga,  satu pria itu diamankan. Saat ditanya identitasnya, pria tersebut tak bisa menunjukkan.

Saat ditanya keperluannya, ia juga berbelit-belit. Warga yang geram akhirnya membawa pria itu ke rumah Pak Ketua RT 3 tak jauh dari lokasi.

Saat disidang warga,  pria itu tetap tak bisa menjelaskan tujuannya masuk ke garasi mobil Agus. Tak lama berselang, satu rekannya datang dengan maksud menjemput pelaku.

Namun karena tak bisa menunjukkan identitas, pria itu juga ikut diamankan warga. Keduanya kemudian dibawa ke Polsek Tanon berikut sepeda motor yang mereka kendarai.

“Saat di Polsek, keduanya mengaku leasing tapi nggak ada identitasnya, masuknya juga nyelinap dan malam hari. Mereka ngakunya pernah melihat saya bawa mobil Taruna pelat AE padahal saya nggak punya mobil pelat AE dan di garasi saya juga enggak ada, ” timpal Agus.

Semula kabar yang berkembang adalah penangkapan perampok. Sehingga dalam sekejap rumah Pak RT diserbu warga dari tetangga desa yang mendengar kabar dan penasaran.

Baca Juga :  Gara-gara Virus Bernama Corona, TMMD Sengkuyung di Desa Terpinggir Sragen Terpaksa Digelar Tanpa Upacara. Tapi Dandim Pastikan Proyek Jalan Cor Blok Sepanjang 947 Meter Tetap Dilaksanakan 30 Hari!

Mendengar pelaku berbelit-belit dan tak bisa menunjukkan identitas, warga yang geram sempat spontan memberikan pukulan kecil sebelum membawa keduanya ke Polsek.

“Ada kalau ribuan,  semalam itu orang berdatangan sampai memenuhi halaman rumah Pak RT. Namanya orang banyak apalagi melihat pelaku itu mencurigakan, ya reaksinya begitu. Waktu di bawa ke Polsek, kemudian datang orang yang mengaku bos mereka dan menyebut mereka adalah suruhan leasing. Tapi sekalipun itu leasing kan nggak begitu caranya,  main masuk ke rumah orang tanpa permisi. Malam hari pula, apalagi pemilik rumah merasa nggak pernah punya kendaraan yang berurusan dengan leasing, ” tukas Irwanto.

Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman melalui Kapolsek Tanon AKP Heru Budiharto membenarkan insiden penangkapan dua orang tak dikenal di Dadapan itu. Menurutnya saat diinterogasi dan diperiksa di Polsek, keduanya mengaku merupakan suruhan leasing.

“Tapi masalah itu sudah kita selesaikan lewat mediasi. Kita berikan penjelasan sehingga bisa diselesaikan secara  kekeluargaan, ” tukasnya. Wardoyo