JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Indahnya Kerukunan Ini, Warga Muslim Thekelan Semarang Undang Halal Bihalal Umat Agama Lain

Tribunnews

SALATIGA – Ini benar-benar wujud kerukunan umat beragama yang patut ditularkan kepada banyak orang. Kegiatan ini berupa sarasehan lintas agama di Dusun Thekelan, yang merupakan kegiatan rutin yang digelar masyarakat di kampung multiagama.

Bertepatan dengan perayaan Idulfitri, warga di kampung yang masuk dalam Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang itu kembali menggelar halal bihalal pada Rabu (20/6/2018) sore dengan dihadiri warga dari empat agama.

Islam sebagai agama kedua terbanyak pemeluknya di kampung tersebut mendapat kesempatan untuk menyelenggarakan halal bihalal yang diramaikan dengan ceramah kiai Fauzi Arkan itu.

Sebelumnya, pada Mei lalu umat Budha yang persentasenya terbanyak juga menggelar kegiatan serupa saat merayakan hari raya Waisak.

Baca Juga :  Pastikan Para Pengusaha Kuliner Tegakkan Protokol Kesehatan, Hendi Lakukan Pencermatan Khusus

“Kami juga mengundang para tokoh agama dari luar, tujuannya adalah agar keaneka ragaman agama yang dibalut dengan kerukunan yang sudah kami galang selama ini bisa diketahui oleh umat beragama di luar sana,” kata Kepala Dusun Thekelan, Supriyo.

Hadirin yang berjumlah ratusan tampak antusias mendengarkan ceramah dari kiai Fauzi yang jenaka. Tidak ada perbedaan tempat duduk, sementara yang membedakan adalah setelan pakaian mereka.

Para hadirin dari kalangan muslim memakai busana muslim dan peci bagi laki-laki, sementara pemeluk agama Kristen memakai baju batik. Khusus pemeluk agama Budha, mereka hadir dengan menggunakan setelan hitam putih.

“Atasan putih dan bawahan hitam merupakan pakaian suci yang kami pakai ke Vihara, dalam acara ini kami pakai untuk menghargai warga muslim yang sedang bersuka cita menyambut Lebaran,” jelas seorang warga beragama Budha, Abhi Dhamma.

Baca Juga :  Gubernur Jateng Minta Penderita Diabetes dam Hipertensi Tetap di Rumah Saja

Warga lain yang beragama Kristen, Yoas Cahyono, mengatakan kegiatan halal bihalal ini rutin digelar setiap tahun. Tidak hanya oleh umat muslim, kegiatan antaragama di saat perayaan hari raya juga digelar oleh setiap pemeluk agama yang berada di kampung tersebut.

“Kami sudah terbiasa hidup rukun di sini, sehingga menggelar acara semacam ini mudah saja dan semoga ini bisa menjadi contoh kehidupan beragama yang beragam di Indonesia,” tutur Yoas.

www.tribunnews.com