Beranda Daerah Solo Ingin Mudik Lewat Jalan Tol, ini Kondisi Kondisinya Setiap Sesi

Ingin Mudik Lewat Jalan Tol, ini Kondisi Kondisinya Setiap Sesi

80
BAGIKAN
Tol fungsional dengan lapisan beton tipis (lane concrete). Foto: Tempo.co

JAKARTA – Pada mudik Lebaran 2018 ini masyarakat dapat menempuh perjalanan melalui jalan tol tanpa putus dari Merak ke Jakarta, hingga Surabaya.

Tol Merak-Jakarta-Cikampek, Cikampek-Palimanan, Palimanan-Kanci, Kanci-Pejagan telah beroperasi beberapa waktu lalu.

Adapun tol Pejagan-Pemalang masih fungsional tapi konstruksinya sudah 99 persen rampung dan siap untuk dipoperasikan. Tol Pemalang-Batang masih fungsional yang sebagian ruas tolnya sudah dilapis aspal, dan sebagian lagi baru dilapis beton rigid pavement dan lane concrete (lapisan beton tipis).

Untuk tol fungsional Batang-Semarang, kondisinya berupa lapisan beton, sudah ada yang rigid favement tapi lebih banyak ruas tol yang baru dilapis lane concrete.

Semarang-Salatiga kondisi tolnya sudah operasional dengan tanpa hambatan. Salatiga-Boyolali-Colomadu masih fungsional satu lajur. Konstruksi jalan tol sebagian berupa rigid pavement dan lace concrete.

Staf SDMU Bidang Humas PT Jasamarga Solo Ngawi Hudja Arafuddin menghimbau agar pemudik berhati-hati saat melintas di tol fungsional dengan konstruksi jalan rigid pavement dan lane concrate.

Sebab, kontur jalan masih belum rata dan cenderung bergelombang. “Waspada dan hati-hati dengan kecepatan maksimal 40 kilometer per jam,” kata Hudja saat dihubungi Tempo di Solo, 4 Juni 2018.

Baca Juga :  KH.  Iskak Paparkan 3 M Kunci Sukses Hablum Minnanas

Pemudik dari Jakarta arah Surabaya yang melintas di tol fungsional Salatiga-Colomadu dapat langsung melanjutkan perjalanan melalui tol Colomadu-Ngawi, Ngari-Kertosono, Kertosono-Surabaya.

Sedangkan untuk ruas tol tol Solo-Kertosono seksi Colomadu-Ngawi sepanjang 90,35 kilometer, Ngawi-Kertosono (88,36 kilometer) sudah bisa dikategorikan sebagai tol operasional tanpa biaya alias gratis selama mudik 2018.

Tol ini sudah beroperasi untuk 2 lanjur selama 24 jam. Kendaraan yang melintas di jalur ini dapat memacu kendaraannya dengan kecepatan 80-100 kilometer per jam. “Tapi tetap disarankan untuk tidak melebihi batas kecepatan (100 kilometer per jam) demi keamanan pemudik,” ujarnya.

www.tempo.co