loading...
Loading...
Ilustrasi Rekrutmen CPNS

Bulan depan pemerintah akan membuka penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), untuk mengisi sejumlah jabatan di instansi pemerintah.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi(Menpan-RB) Asman Abnur menjelaskan, proporsi terbesar penerimaan CPNS 2018 akan difokuskan untuk jabatan-jabatan teknis dan spesialis, untuk mendukung pembangunan daerah tertinggal, terluar dan terdepan.

Maka dari itu, penerimaan CPNS akan diprioritaskan untuk tenaga pendidikan dan kesehatan, tenaga pendukung pembangunan infrastruktur, poros maritim, ketahanan energi, serta ketahanan pangan.

“Kita memerlukan spesialisasi keahlian, sehingga perencanaan dan usulan ASN baru harus difokuskan pada jabatan-jabatan spesifik sesuai core business instansi, arah pembangunan nasional/daerah, dan sasaran nawacita, sehingga dapat meningkatkan daya saing bangsa di kancah internasional,” kata Asman,  Selasa (22/5/2018).

Baca Juga :  Jokowi Membuka Peluang Jaksa Agung dari Non Partai

Ada sejumlah tahapan dan dokumen yang harus dipersiapkan pelamar, agar dapat lolos menjadi CPNS.

Dokumen yang dipersiapkan juga harus sesuai ketentuan, agar bisa lolos verifikasi administrasi.

Proses pendaftaran dilakukan melalui laman sscn.bkn.go.id.

Menurut Badan Kepegawaian Negara (BKN) seperti dijelaskan di akun media sosial resminya, ada sejumlah permasalahan yang banyak dihadapi pelamar CPNS tahun 2017 lalu.

Baca Juga :  Ini Isi Pidato Lengkap Presiden Jokowi dalam Sidang Tahunan MPR 2019

“Pertanyaan pendaftar CPNS yang paling banyak ke Helpdesk kami adalah 1. NIK/KK tidak ditemukan, 2. Salah memasukkan data. 3. Syarat pendaftaran,” jelas BKN.

Untuk menghindari NIK atau KK tidak ditemukan, kamu harus memastikan bahwa NIK dan KK terdaftar di database Dinas Pendudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).

Kamu dapat menghubungi kontak di bawah ini untuk memastikannya.

Selain itu, BKN menyarankan agar pendaftar menyiapkan semua dokumen yang diperlukan, termasuk scan/foto ijazah, transkrip nilai, foto diri, KTP, Kartu Keluarga (KK) dan nilai TOEFL (jika ada).

Baca Juga :  PDIP Klaim Tak Ingin Menghidupkan Kembali GBHN, Ini Maksudnya

Dokumen CV juga perlu dipersiapkan, sehingga bila dibutuhkan, dapat langsung disalin ke website SSCN.

“Jangan buru-buru daftar, baca dengan seksama persyaratan untuk jabatan yang sesuai dengan latar belakang pendidikan,” terang BKN.

Saat proses pendaftaran, pelamar juga disarankan untuk mengakses web SSCN melalui PC/laptop, karena ada fitur yang tak terlihat bila dibuka dengan smartphone.

Satu hal yang perlu diingat adalah berhati-hati saat memasukkan data.

Pasalnya, data salah yang sudah terlanjur dimasukkan tidak bisa diubah.

www.tribunnews.com

Iklan
Loading...