JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Pejabat Pemkab Sragen Gasak Nenek di Sukodono Dengan Mobil Dinas. Pelat Nomornya Terdeteksi AD 8508 LN

Tim Polsek Sukodono saat mengevakuasi nenek korban kecelakaan digasak mobil dinas pejabat Sragen. Foto/Istimewa
Tim Polsek Sukodono sesaat usai mengevakuasi nenek korban kecelakaan digasak mobil dinas pejabat Sragen di Majenang Sukodono. Foto/Istimewa

SRAGEN- Seorang pejabat di Pemkab Sragen terlibat kecelakaan menggasak seorang nenek pejalan kaki di Dukuh Harjosari, Desa Majenang, Sukodono. Ironisnya, pejabat yang diketahui berdinas di Kecamatan Sukodono itu menggasak korban dengan mobil dinas berpelat merah.

Nenek malang itu diketahui bernama Pani (60) asal Majenang, Sukodono. Sayangnya,  nama pejabat yang menabrak korban tidak dicantumkan dalam laporan.

Akan tetapi, mobil dinas yang digunakan untuk menabrak terdeteksi bernomor AD 8508 LN. Data yang dihimpun di lapangan, kecelakaan itu terjadi sekira pukul 08.00 WIB, Senin (18/6/2018).

Baca Juga :  Tambah Lagi, 2 Warga Gemolong dan Sragen Positif Terpapar Covid-19. Jumlah Total Kasus 513, Sudah 71 Warga Meninggal Dunia

Menurut keterangan warga sekitar lokasi, pagi itu korban diketahui tengah berjalan kaki. Diduga ia hendak belanja ke pasar karena saat bersamaan adalah hari pasaran Pasar Sukodono.

Saat korban berjalan, mendadak langsung digasak mobil dinas milik pejabat Sukodono itu. Korban mengalami luka parah dan kemudian dilarikan ke salah satu rumah sakit di Sragen.

Baca Juga :  Ribuan Seniman Sragen Siap Turun ke Jalan dan ke Polres Tuntut Izin Hajatan Dibuka. Kapolres Tegaskan Hajatan Tidak Dilarang, Tapi Hanya Ijab Kabul Saja Tanpa Hiburan!

“Setelah mendapat laporan,  tim Polsek Sukodono dan tim Satlantas langsung melakukan pengecekan dan mengevakuasi korban. Korban mengalami luka pelepis kanan robek dan dijahit beberapa jahitan di Puskesmas dan kemudian dirujuk ke Sragen. Sedangkan mobil penabrak sudah diamankan Satlantas, ” papar Kasubag Humas Polres Sragen,  AKP Muryati mewakili Kapolres Sragen.

Menurutnya saat ini kasus itu masih dalam penyelidikan. Wardoyo