Beranda Umum Nasional Pesan Kemenhub, Tak Perlu Nunggu Bus Favorit, Bus yang Ada Asal Laik...

Pesan Kemenhub, Tak Perlu Nunggu Bus Favorit, Bus yang Ada Asal Laik Jalan, Silakan Naik

25
BAGIKAN
Tribunnews

JAKARTA – Pada musim mudik kali ini, Kementerian Perhubungan mengimbau masyarakat pengguna bus untuk tidak terlalu fanatik terhadap perusahaan otobus (PO) tertentu, terutama di terminal-terminal bus selama masa mudik Lebaran 2018.

Direktur Lalu Lintas Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Pandu Yunianto, mengatakan kefanatikan itu kerap menimbulkan terjadinya penumpukan penumpang di terminal.

“(Masyarakat masih) Fanatik pada PO tertentu, kalau bus (dari PO tertentu) tidak ada, masyarakat tidak naik. Sehingga kelihatan ada penumpukan penumpang,” ujar Pandu, Sabtu (2/6/2018).

Ia menyatakan masih sering melihat masyarakat cenderung berlama-lama di terminal, guna menunggu bus favoritnya. Untuk menghindari terjadinya kepadatan di terminal, ia mengimbau masyarakat untuk menaiki tiap bus tanpa memilih-milih, terutama yang sudah dinyatakan laik jalan.

“Jangan menunggu bus favorit. Selama bus yang ada di terminal sudah dinyatakan laik jalan, naik saja,” tegasnya.

Pandu menjelaskan untuk mudik kali ini, pihaknya telah menyediakan 49 ribu bus dan menyiapkan 47 terminal antarprovinsi yang siap mengangkut dan melayani pemudik.

“Kita koordinasi dengan balai pengelola transportasi darat. Kita minta koordinasi dengan angkutan lokal untuk sediakan angkutan penghubungnya, sehingga pemudik bisa sampai di kampung atau tempat tujuannya,” tegasnya.

Sementara moda transportasi kereta api, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta akan mengoperasikan 16 KA tambahan. Pemesanan dan penjualannya telah dibuka sejak bulan April lalu dengan jumlah tempat duduk yang disediakan mencapai 9.326 kursi.

“Jumlah perjalanan KA pada operasi Lebaran tahun 2018 yakni sebanyak 78 KA/hari. Terdiri dari 53 KA Reguler (28 KA yang berangkat dari Stasiun Gambir dan 25 KA yang berangkat dari Stasiun Pasar Senen) dengan total tempat duduk sebanyak 30.764 kursi,” ujar Manajer Humas PT KAI Daop 1, Edi Kuswoyo.

Pada masa Angkutan Lebaran 2018 ini, dari Stasiun Gambir sendiri terdapat 9 KA Tambahan dan 8 KA Fakultatif, sedangkan dari Stasiun Pasar Senen terdapat 7 KA Tambahan dan 1 KA Fakultatif.

“Untuk KA Tambahan pada Lebaran 2018 di Daop 1 Jakarta, akan beroperasi pada tanggal 4 Juni sampai dengan 26 Juni 2018,” ujar Edi.

Baca Juga :  Arus Balik ke Jakarta Meriah Lancar

Sementara arus mudik diperkirakan akan mengalami puncaknya pada Rabu, 13 Juni 2018 (H-2) dan puncak arus balik diperkirakan terjadi pada Minggu, 17 Juni 2018 (H+1).

Untuk persiapan mudik lebaran tahun ini di jalur darat, Kementerian Perhubungan memastikan persiapan sudah hampir mendekati 100 persen.

“Soal persiapan, saya rasa sudah hampir mendekati 100 persen. Persiapan dimulai dari kordinasi antar Instansi terkait, serta rapat kordinasi sudah kita mulai dari bulan Januari,” Direktur Lalu Lintas Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Pandu Yunianto memastikan.

Untuk memantau perkembangan persiapan tersebut, Pandu mengatakan pihaknya dan kementerian terkait bersama-sama melakukan peninjauan langsung ke beberapa lokasi secara intensif.

“Kemudian melakukan kunjungan kelapangan secara bersama-sama, dalam kunjungan tersebut kita akan lihat oh ini kurang rambunya. Pengamanan dilapangan seperti apa, serta sekenario manajemen rekayasa lalu lintas dilapangan seperti apa,” tambahnya.

Untuk infrastruktur dari sisi prasarana, kementerian Pekerjaan Umum bekerja cepat batas waktu penyelesaian sampai H-10. Selain itu, Pandu menambahkan, pihaknya akan menyiapkan sarana dan prasarana untuk mudik malam hari.

“Nanti di jalan Tol fungsional itu akan diapasang patok yang memiliki reflektor alat pemantul cahaya, beserta lampu penerangan jalan dibeberapa titik untuk meningkatkan pengendara di malam hari,” tambah Pandu.

Dia mengimbau kepada pengguna agar bisa memahami kondisi ketika mudik lebaran nanti.

“Tentunya dukungan dari masyarakat untuk memahami bahwa ini mudik kondisi tidak normal, terjadi lonjakan. Jadi kesabaran dalam berkendara itu tuntutan bagi pengendara” tutupnya. # Tribunnews