loading...
Obat tetes mata yang jadi simalakama dan memakan banyak korban di Sambirembe, Kalijambe, Sragen diamankan Polres Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN- Puluhan warga di Desa Wonosari,  RT 14, Sambirembe,  Kalijambe terpaksa mendapatkan perawatan medis setelah diduga menjadi korban obat tetes mata “Miracle Bete”. Bahkan lima diantaranya terpaksa dilarikan ke dokter spesialis mata Sucopto Solo lantaran mengalami iritasi akut.

Para warga itu mengalami gatal-gatal di bagian mata,  merah, bengkak hingga iritasi parah. Kondisi itu dialami setelah ditetesi obat tetes mata yang dipromosikan oleh pasutri asal Gedongan RT 12, Plupuh, Sragen,  Sukijan Jhony dan Rusinah.

Baca Juga :  Kembangkan Website dan Majalah Sekolah, SMAN 3 Sragen Bekali Siswa Pelatihan Jurnalistik 

“Awalnua pada hari Senin tanggal 28 Mei 2018, sekira jam 21.00 WIB saat kumpulan RT, ada promosi obat tetes mata oleh Sukijan Jhony dan istrinya. Obat dipromosikan untuk mengobati segala macam penyakit mulai dari jantung,  stroke, pegal-pegal hingga migran. Obat berbentuk tetesan dan diteteskan ke mata. Saat itu ada 22 warga yang ditetesi,” papar Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman melalui Kapolsek Kalijambe,  AKP Marsidi Senin (11/6/2018).

Baca Juga :  Ujian SKB CPNS di GOR Diponegoro Sragen, 7.938 Peserta Berebut 3.932 Formasi di 9 Kabupaten/Kota. Digelar Tanggal 8-14 Desember  

Seketika tidak ada reaksi negatif dari obat itu. Namun selang 5 hari kemudian,  warga yang ditetesi obat mulai mengeluh gatal,  sakit dan merah di bagian mata.

Bahkan ada lima yang mengalami iritasi akut. Mereka adalah Mahrul, Agus,Ngalim,Untung dan Sutris. Kelimanya bahkan matanya sampai bengkak besar.

“Kelima korban yang paling parah dilarikan ke dokter spesialis mata. Sementara obat sudah kami amankan sebagai barang bukti, ” ujarnya. Wardoyo


Loading...