loading...


Ribuan kaum duafa dan fakir miskin saat antre paket sedekah dari dermawan sekaligus legislator Sragen, Pujono Elli Bayu Effendi di kediamannya Kuwungsari, Sragen Selasa (5/6/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Bulan ramadhan kembali menghadirkan berkah bagi ribuan kaum dhuafa, fakir miskin dan buruh pasar di Kabupaten Sragen, utamanya di wilayah Sragen Kota. Tak kurang dari 1.200 warga tidak mampu dari berbagai wilayah dan fakir miskin Selasa (5/6/2018) siang tampak memadati memadati halaman rumah Pujono Eli Bayu Efendi (40), dermawan asal Kuwungsari RT 3/19, Sragen Kulon.

Panas terik tak menghalangi niat mereka untuk mengantre paket sembakoyang tiap tahun disebar oleh legislator asal Golkar yang dikenal sebagai raja asongan tersebut.

Bahkan, saking semangatnya, mayoritas sudah stand by sejak pagi hari meski acara baru dimulai 14.00 WIB. Roman kegembiraan terpancar dari wajah mereka setelah keluar dari antrean sembari menenteng tas berisi paket sembako beraneka jenis.

“Alhamdulilah, seneng mas. Ini ada beras, supermi, minyak goreng, dan sembako lainnya. Lumayan bisa untuk Lebaran, apalagi harga-harga sembako sudah mahal,” ujar Anik (30), buruh asal Kuwungsari RT 6/20.

Baca Juga :  Kronologi Ngerinya Kecelakaan Maut Tewaskan 2 Nyawa di Tol Sragen-Ngawi. Xenia Melaju Kecepatan Tinggi Lalu... 
Warga tampak senang usai menerima paket sedekah dari Bayu Selasa (5/6/2018). Foto/Wardoyo

Ungkapan senada juga terlontar dari Suti (50), buruh gendong di Pasar Bunder asal Gesi. Buruh yang sudah lama mengenal sosok Bayu ketika dulu masih berprofesi sebagai pedagang asongan itu juga mengaku hanya bisa bersyukur karena dirinya hampir setiap tahun mendapat jatah sembako dari kedermawanan Bayu.

“Tadi antri agak lama karena rumah saya agak jauh di Gesi. Tapi nggak apa-apa yang penting dapat sembako untuk Lebaran dari Mas Bayu,” urainya.

Ungkapan syukur dan kagum juga dilontarkan Harni (45) warga miskin asal Cantel. Ia mengaku salut dengan kedermawanan Bayu yang tak pernah lupa memberi sedekah kepada warga tidak mampu baik sejak masih jadi pedagang hingga sekarang sudah duduk jadi legislator.

“Saya sudah bertahun-tahun selalu dapat. Bagi kami itu sangat membantu Mas. Jarang-jarang juga zaman sekarang ada orang seperti beliau. Yang banyak kalau sudah sukses suka lupa. Mudah-mudahan selalu diberi berkah dan tambah sukses, ” ujar janda yang berprofesi sebagai buruh itu.

Baca Juga :  Lokasi Kecelakaan Maut di Tol Sragen-Ngawi Tewaskan 2 Nyawa Tepat 7 Kilometer Dari Lokasi Peresmian Oleh Presiden Jokowi
Pujono Elli Bayu Effendi. Foto/Wardoyo

Sementara, Bayu menguraikan pembagian zakat berupa sembako itu sudah memasuki tahun ke-14. Jumlah paket yang dibagikan kemarin sebanyak 1.200 paket yang diberikan kepada kaum fakir miskin, tukang becak, hingga komunitas buruh Pasar Bunder mulai dari buruh gendong, kuli panggul, tukang sapu.

“Selain sebagai bentuk syukur atas rejeki yang diberikan Allah, juga untuk membantu warga miskin agar bisa ikut lebaran. Dengan sembako ini, minimal bisa membantu mereka yang tidak mampu untuk bisa ikut merayakan Lebaran. Dengan minyak goreng minimal tinggal beli tempe atau lauk semampunya. Karena dulu saya juga merasakan bagaimana penderitaan kaum duafa seperti mereka,” terangnya.

Ia menuturkan kegiatan berbagi zakat dan sedekah itu juga untuk mengajak kepada kalangan mampu lainnya agar bisa mempedulikan warga di sekitarnya yang tidak mampu. Menurutnya, harta dan kemewahan tak akan bermakna ketika tak bisa berbuat baik dan memberi manfaat bagi orang lain.

Baca Juga :  Peringati Hari Disabilitas Dunia, Polres Sragen Bagi-Bagi SIM D ke Difabel. Begini Prosedur dan Persyaratannya! 

“Saya selalu teringat ketika miskin dulu, setiap lebaran mesti tidak bisa apa-apa. Makanya saya juga ingin apa yang saya peroleh ini, bisa sedikit dinikmati oleh orang lain,” urainya. Wardoyo

Loading...