Beranda Daerah Jogja Sarasehan Antarkomunitasa Sosialisasikan UU Keistimewaan DIY, Ini Isinya

Sarasehan Antarkomunitasa Sosialisasikan UU Keistimewaan DIY, Ini Isinya

58
BAGIKAN
Ilustrasi/Tribunnews

JOGJA  – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DIY menggelar acara bertajuk silaturahim dalam keistimewaan Yogyakarta di Grand Pacific, Jalan Megelang, Jumat (8/6/2018).

Acara tersebut diikuti sejumlah komunitas, selain itu diadakan pula sosialisasi terkait keistimewaan DIY. Kepala Badan Kebangpol DIY, Agung Supriyono mengatakan, acara tersebut digelar untuk silaturahim mengingat saat ini bulan ramadan.

Dikatakan, sosialisasi yang diberikan kepada komunitas tersebut bertujuan memberikan pemahaman terhadap lima aspek sesuai undang-undang Keistimewaan DIY.

“Sosialisasi ini sebagai pemahaman mengenai apa itu keistimewaan DIY, mengingat tidak semua orang tahu secara mendetail terkait keistimewaan DIY, khususnya mengenai lima aspek tadi,” katanya.

Pihaknya juga berencana membuat kegiatan serupa, namun  menyasar pada komunitas-komunitas lainnya. Di mana,  dalam sosialisasi tersebut rencananya akan menyasar komunitas sesuai dengan aspek keistimewaan DIY.

“Rencananya akan kami buat agenda pertemuan lagi, tentunya dengan komunitas lain. Harapannya agar tidak salah kaprah mengenai apa itu keistimewaan DIY,” ucapnya.

Asisten Keistimewaan Setda DIY, Didik Purwadi, mengungkapkan bahwa dengan adanya sosialisasi ini semakin memacu masyarakat yang berada di DIY untuk memahami keistimewaan DIY dan mengusung semangat golog gilig.

“Masyarakat Jogja harus tahu mengenai apa itu keistimewaan DIY dan harapannya, semuanya jadi mengerti baik dari tujuan dan konsep yang diusung dalam keistimewaan DIY itu sendiri,” ucapnya.

Baca Juga :  Wouw, di Kawasan Malioboro Berdiri Masjid Unik Bergaya Tiongkok

Sementara itu, Anggota Komisi C DPRD DIY, Chang Wedryanto mengapresiasi acara yang digelar oleh Kesbangpol DIY, menurutnya acara tersebut dapat mempererat komunikasi dan memberi pemahaman tekait keistimewaan DIY.

“Dengan acara ini agar tidak ada yang salah kaprah lagi, dan bisa menyaring informasi yang beredar di medsos terkait keistimewaan,” ujarnya.

Diungkapkan Chang, pemerintah daerah diharapkan menginisiasi acara seperti ini. Karena membangun komunikasi bertatap muka dengan pihak lain adalah salah satu cara efektif dalam memberi pemahaman terkait suatu hal khususnya keistimewaan DIY.

“Sangat bagus ya acara seperti ini, semoga Pemda juga membuatnya dan kedepannya diharapkan bisa diikuti komunitas-komunitas lain,” pungkasnya.

www.tribunnews.com