Beranda Umum Nasional Siapkan 4 Bom,  3 Teroris di Universitas Riau Berencana Ledakkan Gedung DPR...

Siapkan 4 Bom,  3 Teroris di Universitas Riau Berencana Ledakkan Gedung DPR RI dan DPRD. Mengapa Pilih DPR? 

97
BAGIKAN
Penangkapan 3 terduga teroris di Universitas Riau oleh Densus 88. Foto/Tempo.co

PEKANBARU – Tiga terduga teroris yang diamankan di Universitas Riau (Unri) ternyata telah menyiapkan skenario pengeboman. Gedung DPR RI adalah salah satu target utama pengeboman.

Hal itu diungkapkan Kapolda Riau Irjen Pol Nandang. Ia menyebutkan tiga terduga teroris yang ditangkap di gelanggang mahasiswa Universitas Riau berencana melakukan aksi peledakan di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Riau dan DPR RI.

Skenario itu disiapkan lewat empat bom aktif rakitan yang sudah disiapkan dan kini diamankan Tim Densus 88 Antiteror.

“Kami bersyukur Tuhan telah menunjukkan kepada kita untuk memberikan pertolongan supaya tidak ada lagi korban kemanusiaan karena perbuatan teror ini,” kata Nandang, Sabtu (2/6/2018).

Nandang menyebutkan, daya ledak bom yang diamankan Densus 88 dari tangan pelaku ini hampir sama dengan bom yang meledak di Surabaya. Namun polisi belum mengetahui alasan ketiga terduga teroris ini meledakkan bom di gedung dewan.

“Apa alasannya, masih dalam penyidikan Densus,” kata Nandang.

Adapun ketiga pelaku yakni inisial ZM, alumni jurusan Ilmu Pariwisata Fisip Unri angkatan 2004, BM alumni jurusan Administrasi Publik Fisip Unri angkatan 2005 dan ED alumni jurusan Ilmu Komunikasi Fisip Unri angkatan 2005.

Baca Juga :  Hore! Uni Eropa Cabut Larangan Terbang 55 Maskapai Penerbangan Indonesia

Pelaku ZM disebut berperan sebagai perakit bom. Ia juga mengajarkan merakit bom melalui media sosial instagram dan mengajak untuk melakukan amaliyah bom bunuh diri.

“Dia ini jurusan Pariwisata, bukan jurusan MIPA,” kata Nandang.

Nandang menyebutkan petugas polisi bersama Densus 88 sampai saat ini masih melakukan penyelidikan terkait afiliasi jaringan tiga pelaku ini.

“Kami masih mendalami afiliasi jaringannya, apakah sama dengan yang menyerang Polda Riau beberapa waktu lalu atau bukan. Masih didalami,” katanya.

www.tempo.co