loading...

Tim gabungan Polres, Dishub Sragen saat mengecek kelaikan Bus Mira di terminal Pilangsari Sragen untuk antisipasi kesiapan angkutan Lebaran Senin (4/6/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Tim gabungan Dishub dan Polres serta Dinas Kesehatan menggelar inspeksi mendadak terhadap armada angkutan Lebaran dan pengemudinya di Terminal Pilangsari Sragen,  Senin (4/6/2018). Hasilnya,  sejumlah sopir diperingatkan lantaran kedapatan menaruh barang bertipikal konduktor di atas peralatan kelistrikan yang berpotensi memicu ledakan.

Sidak dilakukan terhadap puluhan armada Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) dan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP).

Salah satu bus yang mendapat peringatan adalah Bus Patas milik PO Mira. Saat petugas mengecek bagian kotak penyimpan baterai,  petugas mendapati ada peralatan dari logam dan besi di atasnya.

Karena dianggap membahayakan dan bisa memicu ledakan,  petugas langsung mengingatkan pengemudi untuk mengambil barang logam atau kunci dari atas baterai atau aki dan memisahkannya.

“Iya tadi kita menemukan di kotak penyimpan baterai ada barang logam kunci atau apa yang bisa menghantarkan arus listrik. Kita langsung perintahkan untuk disingkirkan tidak disimpan di tempat penyimpanan baterai. Karena itu bisa memicu korsleting dan bus terbakar, “ papar Kabid Angkutan Umum Dishub Sragen, Bintoro Setiyadi di sela sidak.

Pengecekan ban. Foto/Wardoyo

Selain itu,  tim juga mengecek kelayakan ban, rem, ulir ban dan mesin. Para pengemudi juga dicek kesehatannya termasuk tes urine untuk memastikan ada tidaknya konsumsi alkohol maupun narkoba.

Loading...

Sementara,  Kasat Lantas Polres Sragen AKP Dani Permana Putra yang ikut inspeksi menyampaikan pengecekan itu dilakukan untuk mengetahui kesiapan armada bus terutama sopir dan kelaikan armada untuk Lebaran.

Kesiapan sopir meliputi kesehatan, kelengkapan administrasi mengemudinya sedangkan kelengkapan armada meliputi kelengkapan administrasi kendaraan dan kelaikan.

“Armada kita cek mulai dari mesin, ulir ban,  alat kelistrikan untuk memastikam semua bisa berfungsi baik, ” tukasnya.

Dari puluhan armada, tim tidak menemukan armada yang tidak layak. Sehingga armada yang ada bisa selamat dari ancaman sanksi pengandangan. Wardoyo

 

Loading...