loading...


AKBP Arif Budiman. Foto/Wardoyo

SRAGEN- Musibah keracunan yang menimpa puluhan warga Dukuh Wonosari RT 14, Sambirembe,  Kalijambe oleh obat tetes mata yang dipromosikan pasutri asal Gedongan, Plupuh, Sukijan Jhony-Rusinah,  memang cukup mengejutkan. Tak ada yang menyangka,  obat tetes yang diklaim bisa menyembuhkan berbagai penyakit itu bakal berujung petaka.

Data yang dihimpun di Mapolsek Kalijambe,  total ada 22 warga yang menjadi korban obat tetes mata bermerek “Miracle Bete” itu.

Baca Juga :  Jadi Sorotan, Pemkab Sragen Bangun Masjid di Lombok Rp 1 Miliar di Tengah Kondisi APBD 2019 Defisit Rp 105 Miliar

Mereka semuanya berasal dari Dukuh Wonosari dan tinggal satu RT. Dari jumlah itu,  ada lima warga yang mengalami keracunan paling parah.

Awalnya pada hari Senin tanggal 28 Mei 2018, sekira jam 21.00 WIB saat kumpulan RT, ada promosi obat tetes mata oleh Sukijan Jhony dan istrinya. Obat dipromosikan untuk mengobati segala macam penyakit mulai dari jantung,  stroke, pegal-pegal hingga migran. Obat berbentuk tetesan dan diteteskan ke mata. Saat itu ada 22 warga yang ditetesi,” papar Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman melalui Kapolsek Kalijambe,  AKP Marsidi Senin (11/6/2018). Wardoyo

Baca Juga :  Komite dan Warga Sidoharjo Resah Lapangan SMPN 2 Diduga Dirombak Jadi Sawah dan Dijual Secara Diam-diam. Desak Dinas Segera Turun Tangan

Berikut daftar nama korban obat tetes mata berbuah petaka itu: 

Sumber/Polres Sragen
Loading...