loading...
Loading...
AKBP Arif Budiman. Foto/Wardoyo

SRAGEN- Musibah keracunan yang menimpa puluhan warga Dukuh Wonosari RT 14, Sambirembe,  Kalijambe oleh obat tetes mata yang dipromosikan pasutri asal Gedongan, Plupuh, Sukijan Jhony-Rusinah,  memang cukup mengejutkan. Tak ada yang menyangka,  obat tetes yang diklaim bisa menyembuhkan berbagai penyakit itu bakal berujung petaka.

Baca Juga :  Ribuan Polisi dan Warga Padati Puncak Syukuran HUT Bhayangkara di Lapangan Tangen. Satu Kapolsek dan Kasat Terbaik Diganjar Penghargaan 

Data yang dihimpun di Mapolsek Kalijambe,  total ada 22 warga yang menjadi korban obat tetes mata bermerek “Miracle Bete” itu.

Mereka semuanya berasal dari Dukuh Wonosari dan tinggal satu RT. Dari jumlah itu,  ada lima warga yang mengalami keracunan paling parah.

Baca Juga :  Kasus Pengunjung Tewas Saat Ngamar di Gunung Kemukus. Polisi Ungkap Teman Kencan Korban Lari Ketakutan Usai Lihat Pasangannya Mendadak Tak Bernyawa

Awalnya pada hari Senin tanggal 28 Mei 2018, sekira jam 21.00 WIB saat kumpulan RT, ada promosi obat tetes mata oleh Sukijan Jhony dan istrinya. Obat dipromosikan untuk mengobati segala macam penyakit mulai dari jantung,  stroke, pegal-pegal hingga migran. Obat berbentuk tetesan dan diteteskan ke mata. Saat itu ada 22 warga yang ditetesi,” papar Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman melalui Kapolsek Kalijambe,  AKP Marsidi Senin (11/6/2018). Wardoyo

Baca Juga :  Berusaha Kabur Usai Serempet 2 Bocah, Mobil Mulus Malah Hancur Gasak Pohon di Sukodono Sragen. Sempat Dikejar Warga

Berikut daftar nama korban obat tetes mata berbuah petaka itu: 

Sumber/Polres Sragen
Iklan
Loading...