Beranda Umum Nasional 1,5 Tahun Hilang Ditelan Ombak, Wanita Ini Tahu-tahu Ditemukan Terlentang di Pantai

1,5 Tahun Hilang Ditelan Ombak, Wanita Ini Tahu-tahu Ditemukan Terlentang di Pantai

174
BAGIKAN
Ilustrasi korban tenggelam di sungai
Ilustrasi/Tribunnews

SUKABUMI –  Ini seperti dongeng, namun sejatinya kisah nyata yang dialami Nining Sunarsih (52), warga Kampung Cibunar RT 5/2 Desa Gede Pangrango, Kecamatan Kadudampit.  Wanita itu akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat Minggu (1/7/2018) dini hari setelah dikabarkan hilang tenggelam di perairan Sukabumi, Jawa Barat, selama 18 bulan atau 1,5 tahun.

Nining  ditemukan keluarganya di tepi Pantai Citepus, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Elah (35), adik Nining, mengatakan, sang kakak yang sempat dikenal sebagai kader posyandu di kampungnya itu ditemukan dalam posisi terlentang dengan menghadap ke darat. Seluruh tubuhnya masih terkena air laut.

Menurut dia, akhirnya keluarga sepakat menjemput ke Pantai Citepus, Palabuhanratu. Berangkat dari Kadudampit pada Sabtu (30/6/2018) malam dan tiba sekitar pukul 23.30 WIB.

“Kami menyebar dan akhirnya Teh Nining ditemukan tergeletak di tepi pantai, Posisinya terlentang membelakangi pantai jam 00.00 WIB,” ujarnya, kepada kompas.com.

“Saat ditemukan, pakaiannya sama yang dipakai saat hilang dan basah air laut. Sandalnya juga masih berpasir,” tambah Elah.

Setelah ditemukan langsung dibawa ke rumah, lanjut dia, sampai jam 04.00 WIB. Sampai di rumah langsung tubuhnya dibersihkan dan pakaiannya diganti.

“Selama perjalanan pulang, Teh Nining enggak bisa bicara. Bagian kepalanya tuh panas, kakinya dingin,” katanya.

Anak kandung korban, Wanda (23) mengungkapkan,  ibunya berhasil ditemukan setelah kakeknya bermimpi yang memperlihatkan ibunya ingin dijemput di Citepus, Palabuhanratu. Dari mimpi itu, keluarga berangkat ke Palabuhanratu untuk menjemput.

Koordinator Pos SAR Sukabumi-Basarnas Aulia Sholihanto membenarkan bahwa pada tanggal 8 Januari 2017 menerima laporan hilang tenggelam di Laut Citepus atas nama Nining Sunarsih, warga Kecamatan Kadudampit.

Baca Juga :  Es Kepal Milo Diduga Bikin Keracunan 9 Warga Bekasi

“Tim SAR gabungan pun melakukan upaya pencarian. Saat itu kondisi laut sedang tidak bersahabat, dan korban Nining ini merupakan yang terakhir dilaporkan hilang,” tutur Aulia usai mengunjungi rumah Nining.

Aulia menjelaskan, saat pencarian pada hari ketujuh tanggal 14 Januari 2017, Polsek Cisolok menemukan jasad manusia yang sudah tidak utuh. Penemuan tersebut dikonfirmasikan kepada pihak keluarga.

“Keluarga pun menolak. Karena tidak sesuai dengan ciri-ciri. Seperti kuku tangannya berbeda dan tidak ada tanda lahir di bagian perut,” ungkapnya.

Koordinator Forum Koordinasi SAR Daerah (FKSD) Kabupaten Sukabumi, Okih Pajri, menambahkan, Kedokteran Kepolisian (Dokpol) Polres Sukabumi melakukan tes DNA terhadap jasad yang ditemukan dengan anak korban Nining.

“Informasi yang saya terima dari Dokpol Polres Sukabumi hasil test DNA itu negatif dan jasad yang ditemukan berejenis kelamin pria,” kata Okih.

Nining masih menjalani penanganan medis di RSUD R Syamsudin Kota Sukabumi. Nining kembali dibawa ke rumah sakit oleh pihak Polres Sukabumi Kota. Sehari sebelumnya, Minggu (1/7/2018) Nining sempat dibawa ke IGD RSUD Syamsudin.  

www.tribunnews.com