loading...


Tim Inafis Polres Sragen dan Polsek Sambirejo saat mengevakuasi jasad warga Sambirejo yang tewas gantung diri Selasa (3/7/2018) siang. Foto/Wardoyo

SRAGEN- Nasib tragis menimpa Hadi Marno alias Lamin (63). Kakek yang berprofesi sebagai petani asal Dukuh Sambirejo RT 2, Desa Sambirejo, Kecamatan Sambirejo itu membuat gempar setelah ditemukan tewas gantung diri, Selasa (3/7/2018) siang.

Kakek malang itu ditemukan dalam kondisi meregang nyawa menggantung di pohon jeruk di samping rumahnya. Ironisnya, korban yang berekonomi tidak mampu itu diduga nekat mengakhiri hidupnya lantaran pusing mengurus BPJS sedangkan sakitnya makin parah.

Informasi yang dihimpun di lapangan, korban ditemukan pukul 12.30 WIB. Jasad korban diketahui kali pertama oleh Asriyah (43), tetangganya.

Baca Juga :  Tragis, Siswa SMKN 1 Kedawung Sragen Ditemukan Gantung Diri di Dapur. Seminggu Sempat Tak Masuk Sekolah 

Siang itu,  Asriyah datang ke rumah korban guna mengambil daun rambutan untuk pakan ternak. Namun saat memanggil-manggil korban, tak ada jawaban.

Ia pun kaget saat mencari ke samping rumah dan mendapati kakek malang itu sudah tewas dalam kondisi menggantung di pohon jeruk. Ia langsung histeris dan meminta pertolongan warga.

Tak lama berselang, korban diturunkan dari gantungan. Namun kondisinya sudah meninggal dunia. Korban diketahui menggantung dengan tali senar.

Baca Juga :  Geger Aksi Penusukan di Sambirejo Sragen. Gara-gara Dikucilkan, Seorang Pemuda Cekik dan Tusuk Temannya Dengan Badik 

Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman melalui Kapolsek Sambirejo,  AKP Saptiwi membenarkan adanya kejadian itu. Menurutnya dari hasil olah TKP,  tidak ditemukan tanda kekerasan atau penganiayaan di tubuh korban.

“Korban murni meninggal akibat gantung diri. Dugaan sementara korban mengalami depresi atas penyakitnya tak sembuh. Sebab dari keterangan kerabat, pagi sebelum kejadian korban sempat mengeluh akan mengurus kartu BPJS. Dia mengeluh gendang telinganya sakit dan bersengung terus. Tapi tahu-tahu siangnya malah gantung diri, ” papar AKP Saptiwi.

Karena kerabat sudah menerima sebagai musibah, jasad korban langsung diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan. Wardoyo

Loading...