JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sukoharjo

169 Anak di Surakarta Menderita Thalassemia. Bagi Orang Tua, Ini yang Harus Dilakukan

Keceriaan anak bernyanyi bersama dalam acaraa Kita dan Thalassemia
Keceriaan anak bernyanyi bersama dalam acaraa Kita dan Thalassemia

SUKOHARJO-Sejak 2015 angka kematian tertinggi disebabkan penyakit tidak menular (PTM) atau noncommunicable diseases. Secara umum PTM dapat disebabkan oleh aspek genetik, psikologi, lingkungan dan kebiasaan.

Penyakit genetik yang terbanyak di Indonesia salah satunya adalah thalassemia atau talasemia. Talasemia adalah suatu kelainan genetik darah dimana terjadi ketidakseimbangan produksi globin yang akan mengakibatkan anemia dengan berbagai derajat keparahan.

Hal tersebut terungkap saat RS Indriati Solobaru mengadakan acara dengan tajuk Kita dan Thalasemia di auditorium RS setempat, Sabtu (21/7/2018). Acara digelar menyongsong Hari Anak Nasional yang jatuh pada tanggal 23 Juli 2018.

Baca Juga :  Catat Lur Ini Daftar Denda Bagi yang Tidak Memakai Masker di Sukoharjo, Awalnya 50 Ribu Kalau Masih Nekat Dendanya Bakal Digandakan

Humas RS Indriati, Puti Sani mengungkapkan, menurut data dari Perhimpunan Orangtua Penderita Thalassemia Indonesia (POPTI) Pusat pada 2017 didapatkan 8.031 penderita thalassemia di Indonesia. Sedangkan data POPTI Surakarta terdapat 169 penderita thalassemia di Surakarta.

“Terapi suportif dengan pemberian transfusi darah yang teratur dapat mengurangi komplikasi anemia dan eritropoesis yang tidak efektif, membantu pertumbuhan dan perkembangan selama masa anak-anak dan memperpanjang harapan hidup pada penderita thalassemia,” terang dia.

Baca Juga :  COVID-19 Sukoharjo, Terkini Pasien Meninggal Tambah 4 Menjadi 28 Orang, Jumlah Kasus Terkonfirmasi Positif Bertambah 12 di Angka 578

Acara tersebut mengundang anak penderita thalasemia dari wilayah Solo, Wonogiri, Boyolali, Sragen, dan sekitarnya. Acara juga dimeriahkan oleh Michelle Kunhle, yang mengajak anak anak untuk bernyanyi bersama.

“Tujuan acara ini adalah agar anak penderita thalasemia juga merasakan tema GENiUs (tema Hari anak Nasional 2018) yaitu Gesit, Simpati, Berani, Unggul dan Sehat.
Sekaligus menginfokan bahwa RS Indriati sudah membuka pelayanan thalasemia,” beber dia. Aris Arianto