JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sukoharjo

Alhamdulillah. Kabupaten Sukoharjo Kembali Raih KLA Kategori Pratama

Menteri Yohana Yembise menyerahkan penghargaan KLA kepada Wabup Purwadi.
Menteri Yohana Yembise menyerahkan penghargaan KLA kepada Wabup Purwadi.

SUKOHARJO-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo terus menambah daftar panjang perolehan prestasi istimewa tahun ini.

Jika kemarin mendapatkan penghargaan di bidang koperasi serta PKH Award, kali ini prestasi ditorehkan pada bidang Pengendalian Penduduk, KB dan Pemberdyaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKB dan P3A). Yakni, berhasil kembali meraih penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) untuk Kategori Pratama.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Yohana Susana Yembise, menyerahkan penghargaan itu langsung. Pemkab Sukoharjo melalui Wakil Bupati Purwadi, menerimanya di Hall Dyandra Convention Center Surabaya, Senin (23/7/2018).

Baca Juga :  Pabrik Kasur Busa di Jalan Ciu Sukoharjo Terbakar Hebat, Bau Menyengat Tercium dari Jarak Ratusan Meter

Kabid Kesejahteraan dan Perlindungan Anak DPPKBP3A Sukoharjo Sunarto, Kamis (26/7/2018) menjelaskan dalam rilisnya, bagi Kabupaten Sukoharjo, penghargaan KLA untuk kali ketiga. Sebelumnya pada 2015 dan 2017 penghargaan ini juga diterima oleh Kabupaten Sukoharjo.

Menurut Sunarto, penyelenggaraan penilaian dilakukan Kementerian PPPA setiap dua tahun sekali. Kali ini penilaian KLA didasarkan pada lima pengelompokan, 24 indikator, dan 760 pertanyaan.

Baca Juga :  Pelaku Penyerangan Pesilat PSHT di Makamhaji Berboncengan Motor dan Mengenakan Penutup Kepala Sambil Membawa Senjata Tajam

“Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dari tim penilai KLA tersebut, dibentuk gugus tugas yang diketuai Bappellbangda dan sekretariatnya dari DPPKB3A yang melibatkan seluruh OPD terkait dan stekholder lainnya termasuk wirausaha,” jelas dia.

Dia menambahkan clustering pemenuhan hak anak ada lima pengelompokan. Yaitu hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, kesehatan dasar dan kesejahteraan, pendidikan waktu luang budaya dan rekreasi serta perlindungan khusus. Aris Arianto